Webinar Nasional Bertema “Peluang dan Tantangan Universitas Berbasis Pesantren” Bersama Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasi, M.A.Ed. M.Phil.

Pada saat ini perguruan tinggi darunnajah telah berumur 34 tahun yang mana dalam mengarung ini semua pasti adanya ada tantangan dan perjuangan dalam mempertahankan itu semuanya, apalagi perguruan tinggi darunnajah merupakan kampus berbasis pesantren yang akan kental ciri khasnya yaitu mahasiswa lulusan dari alumni darunnajah sendiri.

Membahas kampus berbasis pesantren itu sangat menarik sekali untuk sama-sama kita bahas oleh karena itu, perguruan tinggi darunnajah Jakarta mengadakan Workshop Nasional bertema Peluang dan Tantangan Universitas Berbasis Pesantren dengan narasumber utama Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasi, MA.Ed., M.Phil. selaku Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, pemateri kedua Dunna Izfanna, M.Ed., Psy., Ph.D. dengan tema “Pentingnya pesantren mahasiswa saat ini “ dan pemateri ketiga Drs. KH. Bustomi Ibrahim, M.Ag. dengan tema “Peluang untuk mendirikan Universitas Berbasis Pesantren”.

Agenda webinar nasional ini dimoderatori oleh Samiyono, M.Pd selaku Ketua STIE Darunnajah Jakarta. Mengawali agenda ini dimulai dengan kata sambutan oleh Ketua Yayasan Darunnajah KH. Hadiyanto Arief, M.Bs. dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwasannya Perguruan tinggi darunnajah harus berkiblat kepada Universitas Darussalam Gontor, karena UNIDA merupakan universitas pertama yang didirikan berbasis pesantren. Banyak sekali lika-liku dan perjuangan menuju terlahirnya Universitas. yang mana kita belajar dari UNIDA Gontor demi perkembangan dan kemajuan perguruan tinggi kita bersama.

Setelah selesai sambutan dari Ketua Yayasan Darunnajah, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.,Ed.,M.Phil. beliau menjelaskan bahwa Mendirikan universitas berbasis pesantren banyak sekali tantangannya antara lain ;

  1. Mempunyai kerjasama Nasional/Internasional
  2. Mempunyai program studi unggulan
  3. Memiliki input mahasiswa dari luar negeri yang lulus tepat waktu
  4. Dosen-dosen PT pondok pesantren harus mempunyai otoritas dalam bidang riset, publikasi dan rekognisi
  5. Kualitas SDM, dosen harus memiliki jabatan fungsional lektor dan lektor kepala
  6. PT pondok pesantren harus terakreditasi unggul, seperti PT umum

Kemudian dilanjutkan pemateri kedua yaitu Dunna Izfanna, M.Ed.,Psy.,Ph.D beliau menyampaikan bahwa

Fase perkembangan dari manusia meliputi berbagai aspek antara lain :

  1. Fase biologis maksimal
  2. Kognitif maksimal
  3. Cukup dewasa, stabil
  4. Emosi stabil
  5. Tanggung jawab sosial
  6. Mengembangkan potensi dan prestasi
  7. Siap mengemban amanah, tugas dan tanggung jawab
  8. Pengembangan diri
  9. Internalisasi nilai moral & agama

Pemateri ketiga KH. Bustomi Ibrahim, M.Ag. beliau menyampaikan bahwa “Langkah yang harus dilakukan untuk membangun perguruan tinggi berbasis pesantren yaitu bertujuan mencetak manusia yang menguasai ilmu secara aqli maupun naqli yang mana kedua ini harus seimbang”

Masyaallah banyak sekali ilmu bermanfaat yang disampaikan oleh para materi adapun pesan yang dari Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.,Ed., M.Phil. untuk perguruan tinggi berbasis pesantren adalah “Universitas-universitas di pesantren kedepan akan menjadi tonggak-tonggak peradaban

Itulah motivasi bagi seluruh pondok pesantren yang akan menjadi menjadi universitas. Semoga mimpi itu bisa menjadi kenyataan. Aamiin

Terimakasih kepada seluruh panitia, pemateri dan peserta yang telah mensyukseskan workshop nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *