Tips dan Trik Sukses dalam Usia Muda

Hallo sahabat bisnis milenial yang produktif, apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat saja ya dimanapun kalian berada.

Mengingat bahwa tujuan dari DBS ini mempunyai usaha dalam kurun satu tahun. Lantas, bagaimana cara memulai usaha tersebut?

Ada dua pepatah yang bisa dijadikan sebagai gambaran untuk kehidupan bisnis kita, yaitu, orang kaya yang bersyukur dan orang miskin yang tawadu. Diantara kedua hal tersebut sama baik nya, namun apakah perbedaannya?

Jika orang kaya yang bersyukur itu bisa membantu orang banyak, ia baik untuk pribadinya sendiri dan baik pula kepada orang lain. Sedangkan orang miskin yang tawadu itu ia baik hanya untuk dirinya sendiri.

Sebelumnya harus kita ketahui bahwa di dunia ini tidak ada orang miskin, yang ada hanyalah orang yang tidak ada dan tidak mau berusaha untuk mengubah hidup nya menjadi lebih baik. Dan dari sini kita bisa mempelajari bahwa sedekah merupakan suatu hal istimewa yang diberikan oleh Allah SWT. Jika kebanyakan orang mengharap balasan berupa bertambahnya uang atau semacamnya, namun perlu digaris bawahi bahwa untuk mendapatkan suatu hal kenikmatan itu tidak mudah secara instan. Butuh proses dan usaha. Dan beberapa balasan dari sedekah tersebut bisa berupa kesehatan yang mana patut disyukuri karena sehat itu mahal. Ada pula ide dan semangat untuk bisnis sehingga dari ide-ide yang muncul serta semnagat yang membara tersebut lah yang bisa membuat kita menghasilkan apa yang  kita inginkan.

Ada dua hal penting juga yang menjadi modal untuk menjadi pengusaha, yaitu Internal dan Eksternal.

Seperti yang kita ketahui bahwa Internal merupakan factor pendorong yang berasal dari dalam. Ini berupa mindset, mental dan motivasi. Mindset itu penting, itu adalah poin pertama dan utama. Jadi, buatlah mindet yang ada di pikiran itu menjadi suatu hal yang baik, jangan malah pesimis atau berfikiran yang negatif.

Jika dari factor internal tersebut sudah baik, maka akan berpengaruh baik pula untuk kedepannya nanti. Karena semakin kuat internal, maka semakin mudah untuk eksternal. Sama halnya dengan iman. Semakin kuat iman, semakin kuat pula ibadahnya.

Dan yang terakhir ada 5 tangga bisnis

  1. Starting – Memulai Usaha
  2. Profiting – Memaksimalkan Profit
  3. Systemizing – Mendokumentasikan
  4. Multiplying – Menduplikasikan Kesuksesan
  5. Investing – Melipatkan gandakan Manfaat

Dari kelima tangga tersebut, tentu itu merupakan tahapan-tahapan agar bisnis yang dirancang bisa sesuai dan berjalan dengan yang diharapkan. Jikalau gagal dalam beberapa tangga tahapan tersebut, bukan menjadi alasan untuk melangkah mundur berjalan menuruni tangga tersebut. Justru dari kegagalan tersebut lah kita dituntut untuk bangkit lagi karena kesuksesan itu pasti ada masa dimana ia mendapatkan suatu kegagalan. Justru ketika ada yang gagal namun ia tidak bangkit lagi, itulah yang dinamakan kegagalan yang sesungguhnya.

“Semangat dalam menjalankan bisnis dilihat dari seberapa besar MOTIVASI kamu.”

“Bertahan untuk menjalankan bisnis dilihat dari seberapa kuat MENTAL kamu.”

“Mindset yang besar akan membuat kamu paham bahwa bisnis itu perlu proses” (Ghifari Muhammad)