Mahasiswa Berprestasi STIE Darunnajah Jakarta

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Darunnajah Jakarta telah mengumumkan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari beberapa kategori yang telah disepakati antara lain, Mahasiswa Terajin dalam mengikuti perkuliahan dan Mahasiswa Terajin dalam mengumpulkan Tugas perkuliahan. Adapun nama-nama mahasiswa yang terpilih sebagai berikut ;

Mahasiswa Terajin dalam Mengikuti Perkuliahan :

  1. Hilwah Hawaassa (Kelas A)
  2. Adzkar Dhiyaulhaq (kelas B)

Mahasiswa Terajin dalam Menggumpulkan Tugas Perkuliahan :

  1. Nurliyah Awaliyah (Kelas A)
  2. Adhinda Marselvia (Kelas B)


Selamat kepada mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi, semoga dengan adanya pemberian reward semakin rajin dan istiqomah dalam perkuliahan dan bagi para mahasiswa STIE Darunnajah Jakarta yang masih kurang rajin dan aktif dalam perkuliahan dapat menjadi motivasi dalam perkuliahan. Terimakasih

Konsep Konsumsi dalam Islam

Menurut Tokoh Ekonom Mannan, konsumsi adalah permintaan sedangkan produksi adalah penyediaan. Kebutuhan konsumen, yang kini dan yang telah diperhitungkan sebelumnya, merupakan insentif pokok bagi kegiatan-kegiatan ekonominya sendiri. Mereka mungkin tidak hanya menyerap pendapatannya tetapi juga memberi insentif untuk meningkatkannya. Hal ini mengandung arti bahwa pembicaraan mengenai konsumsi adalah primer, dan hanya bila para ahli ekonomi mempertunjukkan kemampuannya untuk memahami, dan menjelaskan prinsip produksi maupun konsumsi sajalah, mereka dapat dianggap kompeten untuk mengembangkan hukum-hukum nilai dan distribusi atau hampir setiap cabang lain dari subyek tersebut.

Teori konsumsi dalam Islam adalah menggunakan sesuatu kegiatan ekonomi secara tidak berlebihan yang tidak pula keterlaluan (secukupnya, alakadarnya) (Q.S: 7: 31) Berbeda dengan Teori ekonomi modern “Konsumsi adalah perilaku masyakarat modern dengan tujuan akhir konsumsi” (Gilarso: 1993: 77).

Ayat dan Hadit terkait Konsumsi

كُلُوْا وَشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا اِنَّهُ لَايُحِبُّ المُسْرِفِيْنَ

…dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al-A’raf : 31)

فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ مِنَ زَالَ فَلْيُعِدْ بِهِ عَلَى مَنْ لَا ظَهَرَ لَهُ

Dan siapa yang mempunyai kelebihan bekal harus dibantukan pada orang yang tidak berbekal (HR. Muslim)

Tujuan Konsumsi dalam Islam

Menurut Islam, tujuan konsumsi adalah memperoleh maslahat terbesar, sehingga ia dapat mencapai kemenangan di dunia dan akhirat

وَابْتَغِ فِيْماَاَتكَ اللّهَ الدَّارَ الأَخِرَةَ وَلاَتَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَا اَحْسَنَ اللّهُ اِلَيْكَ

Dengan demikian seorang muslim akan mencapai tingkat konsumsi yang baik atau mencapai kepuasan maksimal dalam konsumsi, apabila konsumsi yang dilakukan sesuai dengan ajaran agama

Prinsip dasar konsumsi islam konsumsi di mana terdiri dari:
a. Prinsip akidah, yaitu hakikat konsusmsi adalah sebagai sarana untuk ketaatan/beribadah sebagai perwujudan keya.kinan man.usia sebagai makhluk yang mendapatican beban khalifah dan amanah di bumi yang nantinya diminta pertanggungjawaban oteh penciptanya.
b. Prinsip ilmu, yaitu. seorang ketika akan mengkonsumsi hams tabu ilmu tentang barang yang akan dikonsumsi dan hukam-hokum yang berkaitan dengannya apakah merupakan sesuatu yang halal atau haram balk ditinjau dari zat, proses, maupun tujuannya.
c. Prinsip amaliah, sebagai konsekuensi akidah dan ilmu yang telah diketahui tentang konsumsi islami tersebut. Seseorang ketika sudah berakidah yang lurus dan berilmu, maka dia akan mengkonsumsi hanya yang halal serta menjauhi yang halal atau syubhat.

Menurut Mannan, perintah Islam mengenai konsumsi dikendalikan oleh 5 prinsip, yaitu:

  1. Prinsip keadilan,
  2. Prinsip kebersihan,
  3. Prinsip Kesederhanaan,
  4. Prinsip kemurahan hati,
  5. Prinsip moralitas.

Ada lima prinsip dalam produksi dan konsumsi, yaitu

(1) Unity (keesaan Tuhan/Tauhid), integritas vertikal, interaksi sistem sosial yang bermuara kepada keesaan Tuhan.

(2) Equilibrium, keseimbangan (keadilan).

(3) Free will atau bebas berkehendak (ikhtiar).

(4) Responsibility (pertanggunganjawab) terhadap lingkungan sosial, politik, ekonomi, budaya, fisik, pemerintah, stake holders (pihak-pihak terkait), manusia dan lain-lain

(5) Kebenaran: Kebijakan dan kejujuran.

Konsumsi dalam Islam sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan di dunia dan keselamatan di akhirat. Hal ini menjadi sangat penting karna selain secara pribadi kita tidak mampu melepaskan diri darinya, kita juga dituntut memahami bagaimana seharusnya praktik Konsumsi itu dijalankan. ⁣⁣⁣Kesejahteraan seseorang pun nyaris diukur berdasarkan bermacam-macamnya sifat kebutuhan yang diusahakannya untuk dapat terpenuhi dengan upaya khusus. Pandangan terhadap kehidupan dan kemajuan ini sangat berbeda dengan konsepsi nilai Islami. Etika ilmu ekonomi Islam berusaha untuk mengurangi kebutuhan material manusia yang luar biasa sekarang ini, untuk menghasilkan enerji manusia dalam mengejar cita-cita spiritualnya.

 

Rapat Koordinasi Panitia Universitas Darunnajah Bersama Ketua Yayasan dan Pimpinan Pesantren Darunnajah

(30/09/2020) Pada hari Rabu, 30 Sepetember 2020 telah diadakan Rapat Koordinasi Panitia Universitas Darunnajah bersama Ketua Yayasan dan Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta bertempat di Dewan Nadzir. Di awali dengan sambutan dari Ust Sofwan beliau menyampaikan di masa pandemi saat ini kita bersyukur yaitu dengan bersabar dalam segala aspek dari kegiatan belajar mengajar, ataupun dalam hal ekonomi. Kita harus pandai-pandai dalam memilih kebutuhan primer dan sekunder karena itu hal yang memicu banyak pengeluaran. Mari kita berusaha bersama-sama para tim sukses univeritas agar terbentuk Universitas Darunnajah. Aamiin

Sambutan selanjutnya dari Ust Hadiyanto Arief beliau menyampaikan kita harus mencapai cita-cita dari pondok pesantren darunnajah jakarta yaitu mendirikan Universitas Darunnajah dan menciptakan ulama yang intelek bukan ulama yang tahu agama. Semoga Universitas Darunnajah segera terwujudkan yang mana menjadi mimpi dari pondok pesantren darunnajah.

Selanjutnya  penyampaian materi oleh Pak Ramdan sebagai konsultan Perguran Tinggi Darunnajah, beliau menyampaikan pada era saat ini mari bersama-sama kita mendirikan program studi dibutuhkan saat ini seperti Sanis dan Teknologi (Bisnis Digital, Manajemen Ritel, Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem&Teknologi Informatika, Sains Aktuaria dan Lain sebagainya)

Karakteristik Industri 4.0: Digitalisasi, Optimasi Produksi, Customization Product, Automatic data exchange and communication, Value added services and business dan Penggunaan teknologi informasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama bagi Indonesia. Kualitas SDM Indonesia masih tertinggal bila dibandingkan negara lain. Peningkatan kualitas SDM dicerminkan dari Angka Partisipasi Kasar bidang pendidikan, terutama APK Perguruan Tinggi (ATK-PT).

Pola pemilihan Prodi berpijak pada 4 Aspek

  1. Analisis Kebutuhan Stakeholders
  2. Analisis Kosentrasi Rasio & Analisis Situasional
  3. Analisis Forecasting
  4. Analisis Daya Beli dan Minat Calon Mahasiswa
  • Terdapat 8 prodi potensial yang dapat dikembangkan Stie Darunnajah;
  • Akan dipilih 5 prodi yang dinilai paling potensial, paling dibutuhkan, dan paling relevan untuk didirikan bersamaan dengan Perubahan Bentuk menjadi Universitas;
  • Tahun 2020: 2 prodi baru akan didirikan (rumpun bisnis)
  • Tahun 2021: 3 prodi eksakta akan diusulkan + perubahan bentuk menjadi Universitas