MENUMBUHKAN ENTREPRENEURSHIP VALUES DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (OVERVIEW SURAT QURAISY

Assalamu’alaikum Wr Wb

Hallo sahabat DBS lovers…!!!

Kami punya artikel menarik nih, terkait Menumbuhkan Entrepreneurs di masa Pandemi Covid -19 saat ini. Menarik bukan? Pengin tau apa saja sih tips dan triknya, mari kita baca dan pahamin bersama sahabat :

Situasi ekonomi dunia kian memburuk dengan terus meningkat nya angka positif Covid-19 di berbagai negara. Prediksi melemahnya perekonomian dunia telah dikaji oleh beberapa Lembaga, antara lain International Monetary Fund (IMF) yang memproyeksikan ekonomi global tumbuh minus diangka 3% (Siaran Pers KEMENKEU 2020). Perekonimian Indonesia juga tidak luput dari dampak Covid—19, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa dampak Covid-19 mengakibatkan tekanan yang tinggi pada empat sektor, yaitu rumah tangga, UMKM, korporasi dan sektor keuangan, sehingga diprediksikan pertumbuhan perekonomian di Indonesia akan mengalami kontraksi (republika.co.id)
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu dari empat sektor yang terdampak dari Covid-19, namun tetap memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai pada angka 60% di masa pra pandemi (BPS 2020). UMKM bisa menjadi salah satu garda terdepan dalam mencapai pertumbuhan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, pencipataan kondisi layak kerja, inovasi bisnis, adaptasi dan mitigasi dampak negatif ekonomi, sosial dan lingkungan pada operasi bisnis.
Munculnya pandemi Covid-19, hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum untuk menguatkan pemikiran serta tindakan para pelaku UMKM dan para pemuda-pemudi kaum milineal, dengan terus mengembangkan jiwa entrepreneurship agar dapat hidup mandiri dan bertahan bahkan bisa tetap memperbaiki perekonomian ditengah keadaan dan situasi yang sulit saat ini. Entrepreneurship memiliki peranan yang sangat penting untuk pengembangan UMKM, dimana dalam model-model ekonomi modern, entrepreneurship dimasukan sebagai salah satu variable faktor produksi setingkat tanah, modal dan teknologi.

Entrepreneurship Values (Overview dari Surat Quraisy)
Sebelum berkembangnya istilah entrepreneurship pada dunia keilmuan barat, Islam sudah mengenalkan konsep entrepreneurship melalui uswah hasanah (tauladan yang baik) dari baginda Rasulullah SAW, dimana beliau sudah terjun dalam dunia bisnis sejak usia 12 tahun ketika beliau mendampingi pamannya berdagang ke Syiria dan akhirnya bisa memiliki bisnis sendiri pada usia 17 tahun (Wahid 2010).
Teladan Rasulullah dalam entrepreneurship juga terkandung pada tafsiran ayat-ayat pada Surat Quraisy. Dimana secara garis besar surat Quraisy menjelaskan bahwa Allah telah menganugrahi keutamaan kepada suku Quraisy dalam hal perniagaan. Berikut entrepreneurship values pada teladan Rasulullah dan kaum Quraisy sesuai tafsir surat Quraisy, sebagai acuan untuk terus menumbuhkan jiwa entrepreneurship terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini .

Hikmah yang terkandung pada Ayat pertama
Ada dua kata kunci penting yang terdapat dalam ayat pertama surat Quraisy ini, yaitu: Pertama, إِيْلافٌ Yang merupakan bentuk mashdar (asal kata) dari lafaz أَلَفٌ . Menurut Az-Zuhaili (1998) dalam kitabnya Tafsir Al-Munir, kata tersebut dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan menetapi serta menekuni sesuatu.
Dari penafsiran di atas, kita memperoleh gambaran tentang kegigihan serta ketekunan suku Quraisy dalam menjalankan sebuah bisnis. Keberhasilan bisnis mereka ternyata tidak didapatkan dengan cara instant, melainkan memerlukan proses Panjang yang pernuh tantangan. Maka jiwa entrepreneurship tidak muncul begitu saja melainkan muncul dengan adanya sebuah proses pembelajaran dan pembiasaan. Oleh karena itulah dalam rangka mencetak SDM handal yang mampu memperkuat perekonomian Indonesia, keterampilan entrepreneurship perlu diajarkan kepada para siswa semenjak usia dini. Dalam hal ini, Lembaga-lembaga Pendidikan yang ada seharusnya tidak hanya mengajarkan hard skill yang berupa teori baku, namun juga harus mengajarkan siswa agar mengaplikasikan teori yang dipelajari dengan soft skill terutama dalam hal entrepreneurship yang terkadang lebih dibutuhkan dalam menghadapi era globalisasi dan tantangan masa depan dan hal-hal yang tidak terduga sebelumnya seperti masa pandemi Covid-19 saat ini. Dimana pembiasaan sejak dini dalam hal entrepreneurship juga telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW yang telah memulai bisnis semenjak usia 12 tahun.
Kedua, قُرَيْشٍ menurut Al-Qurthubi (2003) kata ini memiliki beberapa pengertian, yaitu: التَّقَرُّش yang berarti التَّجَمُّعُ yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia yaitu bersatu atau berhimpun. Maka point penting yang dapat dimbil adalah pentingnya sebuah persatuan bagi para entrepreneur dalam bentuk asosiasi, perhimpunan, koperasi, pusat inkobator bisnis dan lain sebagainya. Persatuan ini sangat penting bara para entrepreneur pemula maupun yang skala bisnisnya masih kecil. Dengan adanya persatuan tersebut mereka memiliki bargaining yang kuat dan bisa mendukung satu sama lain serta tidak mudah dipermainkan oleh pebisnis besar.
Pengertian lain dari قُرَيْشٍ adalah القرشُ yang memiliki arti hewan laut yang sangat kuat bahkan dapat memecahkan perahu. Arti kata ini erat hubungannya dengan keagungan yang dimiliki oleh suku Quraisy, karena nama قُرَيْشٍ tidak lain adalah sebuah Brand Equity. Brand tersebut diperkuat lagi oleh kedudukan yang mereka miliki dikalangan orang Arab. Brand yang dimiliki oleh suku Quraisy tersebut menjadikan suku ini sangat disegani di jazirah Arab, sehingga mereka selalu aman dalam perjalanan ke luar negeri dalam rangka akspansi dagang.
Konsep branding sendiri sebenarnya sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebelum diangkat menjadi seorang Rasul, beliau dikenal dengan sebutan “Al-Amin”, yang mana sebutan ini menjadi Master Brand bagi baginda Rasul, sehingga brand inilah yang menjadikan pengusaha besar bernama Khadijah memecayainya untuk menjalankan harta dagangannya. Brand “Al-Amin” inilah yang menjadi capital yang sangat menunjang keberhasilan bisnis yang baginda Rasul jalankan. Maka, sebagiman baginda Rasul dan suku Quraisy, brand bagi seorang entrepreneur merupakan sebuah hal yang sangat penting. Dimana Brand merupakan salah satu aset yang bisa menciptakan value bagi para konsumen dengan memperkuat kepuasan dan loyalitas mereka.

Hikmah yang terkandung pada Ayat kedua
Dalam ayat kedua ini, ada dua lafadz yang menarik untuk kita renungkan , yaitu: Pertama, رِحْلَةٌ yang berarti اِرْتِحَالٌ(berpergian). Dimana suku Quraisy yang tinggal di negara padang pasir sangat mengandalkan niaga sebagai mata pencahariannya utamanya. Perniagaan yang mereka lakukan pun tidak hanya dalam lingkup domestic namun juga lintas negara seperti ke Syiria dan Yaman. Pelajaran yang dapat diambil dari makna kata ini adalah bahwa bagi seorang entrepreneur harus memiliki keberanian yang besar untuk memperluas jaringan bisnisnya dan melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri. Dengan demikian, pasar dari produk yang dihasilkan tidak terbatas hanya domestik namun sudah harus mendunia. Oleh karena itu, pada masa pandemi Covid-19 bukanlah sebuah alasan bagi seorang entrepreneur terutama anak muda untuk tidak bersemangat membangun sebuah usaha, justru ini adalah sebuah tantangan untuk kita semua agar terus berinovasi serta berkreativitas sebaik mungkin. Apalagi era globalisasi serta perdagangan bebas tidak lagi menjadi sebuah hal yang menakutkan, namun menjadi peluang untuk melakukan ekspansi dalam rangka memperluas pasar.
Kedua, الشِّتَاءُ وَالصِّيْفُ yang artinya musim dingin dan musim panas. Menurut Ibnu Katsir (1999), pada musim dingin suku Quraisy melakukan perjalan niaga ke negeri Yaman dikarenakan Yaman adalah daerah yang panas. Dimana di Yaman mereka mendapatkan minyak wangi serta rempah-rempah yang datang dari India serta Teluk Persia. Pada musim panas suku Quraisy melakukan perjalanan ke Syiria dikarenakan Syiria adalah negara yang dingin, dimana di Syiria mereka mendapatkan beberapa komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di negara mereka yang tandus.
Dari penafsiran diatas memberikan gambaran bahwa suku Quraisy memiliki keahlian dalam melakukan segmentasi pasar (market segmentation). Dimana suku Quraisy mengidentifikasi wilayah yang menjadi tujuan pasar mereka dengan iklim. Dalam era globalisasi saat ini, segmentasi terus berkembang dan lebih menyeluruh sehingga tidak berdasarkan Geografis saja. Oleh karena itu, segmentasi yang digunakan oleh seorang entrepreneur haruslah semakin canggih, terlebih dengan kemajuan teknologi yang tumbuh semakin pesat. Dengan pemanfaatan teknologi ini maka seorang entrepreneur bisa memaksimalkan peluang yang ada dan memperluas segmentasi pasar.

Hikmah yang terkandung pada Ayat ketiga
Pada ayat ketiga فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هَذَا البَيْتِ , dalam ayat ini Allah mengajarkan kepada kita akan adanya keseimbangan (balance) antara menjalankan bisnis dan ibadah. Bagi seorang entrepreneur Muslim, bisnis yang dijalankan tidak diperkenankan menyebabkan dirinya lalai akan ibadah. Sebaliknya bisnis atau usaha yang dijalankan seharusnya menjadi pendukung bagi kelancaran ibadah atau mampu memberikan kontribusi besar bagi dakwah. Hal inilah yang dicontohkan oleh Khadijah seorang saudagar kaya di Mekkah. Hasil dari bisnis yang dijalankan hampir seluruh nya digunakan untuk mendukung dakwah yang dijalankan oleh baginda Rasullullah SAW. Dalam hal ini, Islam tidak melarang seseorang untuk mencari harta sebanyak banyaknya asalkan harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal. Bahkan orang yang memiliki banyak harta lebih baik ketika hartanya digunakan untuk jalan dakwah dan menolon orang-orang yang membutuhkan (Wahid 2010).

Hikmah yang terkandung pada Ayat keempat
Pada ayat keempat الَّذِيْ أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوْعٍ وَآمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ konsep utama yang dapat digali adalah konsep tawakkal. Dimana pada ayat-ayat sebelumnya Allah berbicara tentang beberapa usaha atau ikhtiar yang telah dilakukan oleh suku Quraisy dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka yang tinggal di daerah tandus. Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa meski secara kasat mata terpenuhinya kebutuhan tersebut berkat usaha mereka, namun pada akhirnya Allah lah yang berkuasa memberikan kebutuhan itu kepada mereka. Dalam konteks tawakkal ini, manusia hanya diberi wewenang oleh Allah untuk berikhtiar semampu mereka, namun pada akhirnya Allah lah yang menentukan rizki mereka.
Diantara implikasi dari konsep tawakkal dalam suatu bisnis ataupun usaha yang dapat diambil dari ayat ini adalah keberanian untuk mengambil risiko (risk taking). Konsep risk taking yang merupakan ciri dari seorang entrepreneur terkandung pada kalimat وَآمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ yang artinya “mengamankan mereka dari ketakutan”. Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa hanya Dia-lah yang memberikan rasa aman. Risiko sebesar apapun tidak akan mampu membahayakan manusia kecuali atas kehendakNya.

Hikmah-hikmah yang terkandung pada surat Quraisy dan ketauladanan Rasulullah SAW diatas hendaknya bias memberikan pandangan bagi para para entrepreneur dan kalangan pemuda-pemudi milineal untuk terus berinovasi melihat dinamika global yang terjadi pada masa ini dan akan dating dan juga bisa menumbuhkan semangat untuk terus produktif terutama untuk memunculkan usaha-usaha dan bisnis baru dengan jiwa entrepreneur islami sesuai Al-Quran dan Sunnah -sunnah Rasulullah SAW.

Semoga dengan artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita sebagai mahasiswa DBS dan bagi para masyarakat sekalian.

Jangan lupa cek website STIE ini, biar bisa tau berita ekonomi, trik dalam berusaha dll.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

-NUR MAJDINA

 

Pustaka:

Kementrian Keungan Republik Indonesia. 2020. Siaran Pers/27/KLI/2020.
Wahid, A.A. 2010. Tafsir Ekonomi Kontemporer Kajian Tafsir Al-Quran tentang Ekonomi Islam. Jakarta: Madani Publishing House.
Az-Zuhaili. 1998. Tafsir Al-Munir Fil Al-‘Aqidah wa Al-syari’ah wa Al-Manhaj. Bairut: Dar Al-Fikri. 30.415
Al-Qurthubi. 2003. Al-Jami’ li Ahkam Al-Quran. Riyadh: Dar’Alam Al-Kutub.20.204
Ibnu Katsir.1999. Tafsir Al-Quran al-‘Azim. Dar Thaybah li Al-Nasyr wa Al-Tauzi. 8.491
www.republika.co.id
www.bps.go.id