Produksi dulu atau pemasaran terlebih dahulu?

 

Salah satu aspek penting dari kewirausahaan adalah “pemasaran”. Kalau anda sudah memiliki pasar dan berhasil dalam pemasaran, maka mulailah berani membuka usaha sendiri. Seorang inovatif dalam menciptakan produk baru sekalipun belum berani menjadi wirausaha hanya karena tidak mampu memasarkannya. Pemasaran aspek usaha yang jauh lebih penting dari sekedar modal.

Modal dapat dipinjam, tapi pasar harus digeluti dan belum tentu bisa didapat walaupun produk anda sangatlah bagus. Menggeluti pekerjaan sebagai tenaga pemasaran sebelum benar – benar memiliki usaha sebenarnya sangat disarankan. Karena dengan itu anda akan mendapat pengalaman, pengetahuan, dan intuisi dalam mendapatkan kepercayaan pasar.

Produksi dulu atau pemasaran terlebih dahulu?

Pengusaha yang baru / belum berpengalaman sering kali terkecoh dengan lebih fokus pada aspek produksi saja. Mereka menhabiskan waktu siang dan malam untuk membangun fasilitas produksi dan produk unggulan. Saat kegiatan investasi selesai dilaksanakan dan produk tersedia, tetapi pembelinya belum ada, bahkan mereka tidak tahu seperti apa pelanggannya.

Dalam pemasaran, orientasi pada produk dan produksi sudah lama ditinggalkan, kini seorang wirausaha harus memembalikan cara berpikirnya dan memulainya dari sis pemasaran.

Pertanyaannya ; “bagaimana mungkin? Produknya saja belum ada kok diminta melakukan pemasarannya?”.

Pemasaran itu sudah harus ada di pikiran siapa saja yang mau menjadi wirausaha jauh sebelum produksi itu di buat, atau fasilitas produksi itu dibangun.  Seorang wirausaha harus memulai dengan menjawab : “siapakah calon pembeli produk/ jasa saya? Apakah lelaki, perempuan atau unisex? Apakah produk barang / jasa berhubungan dengan dengan usia? Apakah untuk dipasarkan untuk wilayah tertentu saja, atau dimana saja?”. Semua pertanyaan mengenai segmentasi atau sasaran pasar harus jelas.

Selain itu juga harus menjawab pertanyaan : “ apakah produk / jasa kita benar – benar dibutuhkan? Bagaimana cara mengubah kebutuhan itu menjadu sebuah permintaan? Mereka mau membeli dengan harga berapa?”

Banyak usaha yang dibangun atas dasar pesanan pelanggan, dan pelanggan juga harus menunggu sampai barangnya jadi. Uang harus dibayar dimuka,  begitu barang jadi dan diserahkan. Resiko usaha seperti ini sangatlah kecil.

Mengapa melakukan hal itu?

Itu adalah stategi pemasaran. Stategi membimbing pelaku usaha mencapai tujuan usaha dengan biaya yang terkendali dan hasil yang optimal. Pengusaha selalu memulainya dari pasar, karena pasar akan menentukan spesifikasi produk dan kebutuhan, negosiasi harga, baru mereka membuatnya. Pasar harus selalu berada didepan produksi.

Mungkin kita pernah mendengar seperti ini ; “Kalau anda menjual barang yang butuhkan konsumen, mereknya terkenal dan barang itu laku, maka anda hanyalah salesman kelas 3. Kalua anda berhasil menjual barang yang tidak dibutuhkan, tetapi mereknya terkenal, dan laku, maka anda adalah salesman kelas 2. Namun, kalua anda berhasil menjual suatu produk yang tidak dibutuhkan, mereknya tidak dikenal atau bahkan tidak ada mereknya, maka anda adalah salesman kelas1.

“Kalua mereka bisa menjual dengan cerdik. Apalagi anda, mahasiswa yang berpendidikan, berilmu, dan mengenal konsep – konsep pemasaran. Anda pasti bisa memasarkan lebih hebat dari mereka”.

by Rizka. FS