Prilaku Konsumen Muslim dalam Membeli Produk

Pada dasarnya Islam juga mengatur bagaimana seorang muslim dalam mengonsumsi yaitu dengan melihat dua hal yaitu kebutuhan dan manfaat dari mengonsumsi produk yang ditinjau dari komoditas produk tersebut. Sebagaimana dalam Al Qur’an :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنَ (١٦٨

artinya :

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangalah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Perilaku konsumen pada umumnya dapat dipengaruhi oleh aspek kultural, social, personal, dan karakteristik psikologis. Factor kultural yang mendominasi dan besar pengaruhnya terhadap keinginan seseorang. Agama merupakan elemen yang sangat penting dalam mempengaruhi keputusan membeli.

Agama dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan perilaku pada umumnya. Khususnya pada keputusan membeli bahan makanan dan kebiasaan makan. Oleh karena itu, sebagai penganut agama Islam, maka keputusan untuk memilih dan membeli barang tidak hanya memperhatikan dari segi kebutuhan, akan tetapi juga sajauhmana barang yang dikonsumsi akan memberikan maslahah (manfaat dan berkah) secara maksimum.

Dari penjelasan di atas perilaku konsumen  muslim terdapat modifikasi dalam mengkonsumsi. Ada lima alasan atas modifikasi ini yaitu :

  1. Kepuasan dan tolak ukur tidak hanya mencapai kepuadan saja akan tetapi berputar pada pencapaian atas Ridha Allah.
  2. Faktor komoditas konsumen muslim berbeda dengan konsumen nonmuslim
  3. Seorang konsumen muslim itu dilarang untuk membayar dan menerima bunga dari pinjaman dalam bentuk apapun.
  4. Bagi seorang konsumen muslim, anggaran untuk optimalisasi konsumsi adalah pendapatan bersih setelah pepembayaran zakat.
  5. Konsumen muslim harus menahan dari konsumsi yang berlebihan.

Perilaku konsumen akan menentukan dan mengambil keputusan dalam pembelian mereka, proses tersebut merupakan sebuah pendekatan penyesuaian masalah yang terdiri dari lima tahap adalah pengenalan masalah, pencarian informasi, penelitian alternative, membuat keputusan, dan perilaku pasca pembelian.

Rivan Sutrisno “Perilaku Konseumen Muslim : Persepsi Religiusitas dan Persepsi Atribut Produk Terhadap Loyalitas Produk Makanan dan Minuman Berlabel Halal di Kalangan Mahasiswa Muslim di Bandung” dalam jurnal Sigma-Mu (No. 2, Vol. 5 September 2013) p. 21

M. Nur Rianto Al Arif “Perilaku Konsumen Muslim dalam Memaksimumkan Kepuasan” dalam jurnal Sosio Religia Linksas Yogyakarta (No, 2. Vol. 9 2010) p. 8