Jenis Barang dalam Ilmu Ekonomi

 

Barang adalah sebuah objek ataupun jasa yang mempunyai nilai guna. Sementara nilai suatu barang akan ditentukan jika barang tersebut memiliki kesanggupan untuk bisa memenuhi kebutuhan. Selain itu pembagian barang dapat dibagi menjadi dua macam yaitu barang publik dan barang swasta.

Barang publik merupakan barang-barang yang tidak dapat dibatasi siapa penggunanya dan sebisa mungkin bahkan seseorang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya. Dalam pengertian lain Barang publik adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. Contoh: jalan raya merupakan barang publik, kebanyaknya pengguna jalan tidak akan mengurangi manfaat dari jalan tersebut, semua orang dapat menikmati dan manfaat dari jalan raya (noneksklusif); dan jalan raya dapat digunakan pada waktu bersamaan.

Barang swasta atau yang sering disebut dengan barang privat (private goods) adalah barang-barang yang memiliki sifat berkebalikan dengan barang publik. Barang privat secara tipikal adalah barang yang diperoleh melalui mekanisme pasar, dimana titik temu antara produsen dan konsumen adalah mekanisme harga. Oleh karena itu, kepemilikan barang privat biasanya dapat teridentifikasi dengan baik. Sebagian besar barang yang kita konsumsi adalah barang privat, yaitu barang yang hanya dapat digunakan oleh satu konsumen pada satu waktu. Adapun contoh dari barang privat adalah alat komunikasi (HP), jelas HP memiliki sifat ekskludabel, karena tidak bisa diperoleh secara Cuma-Cuma. Kalau tidak mempunyai uang, meskipun sangat ingin memiliki Hp, kita tidak akan memperolehnya. Kalau kita mempunyai HP, maka tentunya kita tidak akan memberikan secara Cuma-Cuma kepada orang lain yang menginginkannya.

Barang Non Rivalry adalah dalam penggunaan barang publik suatu barang tidak akan mengurangi kesempatan konsumen lain untuk juga mengkonsumsi barang tersebut. Setiap orang dapat mengambil suatu manfaat dari barang tersebut tanpa mempengaruhi manfaat yang diperoleh orang lain. Adapun Contoh: dalam kondisi normal, apabila kita menikmati udara dan sinar matahari, orang-orang disekitar kita pun dapat mengambil manfaat yang sama. Rivalrous: dimana dalam penggunaan atau konsumsi barang tersebut oleh satu konsumen akan mengurangi atau menghilangkan kesempatan pihak lain untuk melakukan hal serupa. Terjadi rivalitas/kompetisi antar calon konsumen dalam mengkonsumsi barang ini. Adapun Contoh: kita membeli buku yang jumlahnya terbatas, sehingga hanya mereka yang membeli dahulu saja yang dapat memiliki.maka disini terjadi kompetisi dalam mencari dan membeli buku tersebut.

Barang campuran (common resources) adalah barang-barang yang tidak ekskludabel, namun rival. Barang campuran tidak mempunyai dua karekteristik sekaligus, yaitu pengecualian Yang dimaksud dengan pengecualian adalah ketika hak milik/ pakai suatu barang didapat seseorang melalui transaksi, orang lainnya dapat dihidarkan dalam mengonsumsi barang tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan rival adalah penggunaan yang bersaingan. Apabila seseorang mengonsumsikan dalam jumlah jumlah banyak, maka orang lainnya akan mengonsumsinya lebih sedikit. Contohnya adalah ikan laut. Tidak ada seseorang yang melarang menangkap ikan laut, atau meminta bayaran kepada nelayan atas ikan-ikan yang mereka tangkap. Namun ada saat seseorang melakukannya, maka jumlah ikan di laut berkurang, sehingga kesempatan orang lain melakukan hal yang sama menjadi berkurang, sehingga terjadi persaingan antar konsumen satu dengan yang lainnya.

Pigou berpendapat bahwa barang publik harus disediakan sampai suatu tingkat dimana kepuasan marginal akan barang publik sama dengan ketidakpuasan marginal akan pajak, yang dipungut untuk membiayai program pemerintah (menyediakan barang publik). Di dalam teori pigou terdapat Kurva UU yang mempunyai bentuk menurun yang menunjukan bahwa semakin banyak barang publik yang dihasilkan maka akan semakin rendah kepuasan marginalnya yang dirasakan masyarakat. Di lain pihak, semakin banyak pajak yang dipungut, semakin besar rasa ketidakpuasan marginal masyarakat. Oleh karena itu kurva ketidakpuasan marginal akan pembayaran pajak mempunyai bentuk yang meninggi. Ketidakpuasan marginal ditunjukan dengan sumbu tegak dari titik O kebawah dan kurva ketidakpuasan marginal ditunjukan oleh kurva PP. Titik E adalah keadaan optimum dimana bagi masyarakat kepuasan marginal bagi barang publik sama dengan ketidakpuasan marginal dalam hal pembayaran pajak. Kelemahan analisa dari Pigou didasarkan pada ketidakpuasan marginal masyarakat dalam membayar pajakdan rasa kepuasan marginal akan barang publik sedangka kepuasan dan ketidakpuasan adalah sesuatu yang tidak dapat diukur secara kuantitatif karena siaftnya ordinal.

Mangkoesoebroto, Guritno. Ekonomi Publik, (Yogyakarta: BPFE, 2001).

Noor, Ekonomika Publik. (Yogyakarta: Gema Insani, 2001). P,