Kenali Penulisan Karya Tulis Ilmiah Sejak Dini

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.22″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.27.4″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Hallo sahabat DBS Lovers?

Apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
Berhubung dengan dunia perkuliahan tidak lepas dari sebuah penulisan karya ilmiah. Kali ini, DBS ingin membahas seputar “Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah” yang disampaikan oleh Wildan Sifaudin, S.E
Awal mula dari sebuah penulisan karya ilmiah ini harus terciptanya motivasi untuk menulis dari pribadi masing-masing. Dengan memotivasi diri, ini bisa mewujudkan bid’ah dalam lingkungan.
Apa sih maksud bid’ah itu? Bid’ah ini bermakna kan sebuah kebiasaan yang mana dari motivasi diri ini akan terciptanya kebiasaan diri dalam lingkup tuk menulis.
Adapun 5 motivasi menulis terdiri dari :
1. Menulis itu mudah
2. Menjadi diri sendiri
3. Memiliki komunitas
4. Publikasi
5. Refreshing
Motivasi tersebut menjelaskan agar tulisan bisa tercipta ialah diyakini dari hati terlebih dahulu. Berfikiran bahwa menulis itu merupakan perkara yang mudah. Dan untuk memulai menulis ini haruslah menjadi diri sendiri, tidak bergantung dengan omongan orang lain, terlebih untuk yang sifatnya menjatuhkan. Ketika usai dalam penulisan, komunitas itu sangat diperlukan karena merupakan salah satu wadah agar tulisan itu bisa terpublikasikan. Dan yang terakhir, jadikan menulis itu merupakan sebuah refreshing yang mana bisa diterapkan secara mudah dalam kehidupan sehari-hari.
Karya Ilmiah merupakan salah satu karya tulis yang menghasilkan data dengan tujuan logis dan sistematis agar pembaca bisa paham maksud dari penulisan karya ilmiah tersebut. Karya ilmiah ini ditulis berdasarkan metodologi yang baik, dan metodologi ini merupakan kalimat yang tersusun secara benar dalam aspek penulisan.
Langkah awal dari sebuah penulisan karya ilmiah ini adalah observasi, suatu aktivitasi terhadap objek agar mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Dilanjutkan dengan eksperimen yang mana dilakukan dengan terjun langsung dalam hal yang ingin diamati tersebut dan langkah terakhir ialah melakukan penelitian pada hal yang sudah diamati dan dilakukan percobaannya.
Karya Ilmiah ini terdiri dari beberapa tahapan. Pada tahap awal, kita kenal dengan sebutan “Makalah”. Ini merupakan tahap paling dasar dalam sebuah penulisan. Disambung dengan Skripsi, ada pada perkuliahan di semester 7 dan 8. Tesis untuk strata 2 dan Disertasi merupakan tahap akhir yang dilakukan oleh mahasiswa/i untuk mencapai gelar Doktor.
Adapun lampiran “SISTEMATIKA Penulisan Makalah” terdiri dari :
1. Cover Depan / Sampul Depan
2. Judul
3. Daftar Isi
4. BAB I PENDAHULUAN : Latar Belakang Masalah dan Rumusan Masalah
5. BAB II ISI / LANDASAN TEORI / TINJAUAN PUSTAKA
6. BAB III PEMBAHASAN / PENYAJIAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN
7. BAB IV PENUTUP : Kesimpulan dan Saran
8. DAFTAR PUSTAKA
9. LAMPIRAN

Salah satu cara agar kita bisa dikenal dunia ialah dengan menulis. Oleh sebab itu, terus dan tingkatkan diri dalam aspek kepenulisan agar dunia bisa melihat diri kita sebagai manusia yang berguna bagi orang lain.

By Good Life[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-20-at-08.29.20.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-20 at 08.29.20″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-20-at-08.29.20-2.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-20 at 08.29.20 (2)” _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-20-at-08.29.20-1.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-20 at 08.29.20 (1)” _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-20-at-08.41.54.jpeg” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-20 at 08.41.54″ _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *