Ide dalam Bisnis


Banyak jenis usaha yang ada di masyarakat sudah bertahun – tahun, bahkan puluhan tahun berada di masyarakat. Ada pemain lama yang tetap bertahan hingga menembus dua – tiga generasi. Artinya mereka mampu mempertahankan konsumen lama, sekaligus merebut hati pelanggan – pelanggan baru. Mereka dapat bertahan karena selalu menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi dalam proses perjalanan bisnis mereka. Selalu melihat dan memperhatikan selera dan tuntutan masyarakat yang selalu berubah dari masa ke masa. Tapi banyak juga wirausaha yang gulung tikar karena gagal dalam beradaptasi.

Namun demikian, di saat bersamaan kita juga melihat banyak wirausaha baru yang bermunculan, mereka datang dengan semangat baru dan ternyata bisa mengungguli para pioneer yang gagal berevolusi. Banyak dari pendatang baru ini memperkenalkan diri mereka sebagai ‘creative adaptors’ yang tak lain adalah pengkopi ide yang sudah ada, dan merancangnya dengan sedemikian rupa agar terilhat baik dan mencuri perhatian pasar.

Creative adaptors ini bukan pelaku imitasi yang melanggar hukum. Yang tidak dibenarkan dalam bisnis adalah melakukan counterfeits dan product pirates (pembajakan merek). Wirausaha tidak boleh membuat produk yang desainnya sama persis dengan wirausaha lain, baik memberi merek baru bahkan memberi merek yang sama. Misalnya : Gucci dengan Guci, Guess dengan Geus, Pitsburgh dengan Pittsburgh. Itu tidaklah bermoral, selain itu juga melanggar hukum, profesi seperti itu hanya dijalankan oleh penipu, bukan seorang entrepreneur.

Wirausaha bisa mengamati perilaku – perilaku usaha yang sudah ada, lalu mencari kelemahan – kelemahan, kekurangannya dan memperbaikinya. Tetapi harus selalu menggunakan brand kita sendiri.

Tetapi Dalam mencari ide bisnis, bukan hanya dengan cara  creative adaptors saja. Banyak cara yang bisa wirausaha lakukan , antara lain:

  1. Menncari tahu apa kebutuhan dan permintaan pasar sekarang, bisa dengan melakukan riset dan analisa pasar.
  2. Menggali dan mendalami keahlian, keterampilan, hobi, minat, kreativitas.
  3. Membangun hubungan dan komuniasi jaringan dan relasi dengan orang lain, keluarga, teman, dan senior dalam bisnis yang akan kita jalankan.
  4. Bisnis bisa dimulai dengan cara ATMI (amati, tiru, modifikasi, inovasi).

Jadi sesungguhnya selalu dibutuhkan gagasan – gagasan dan ide baru untuk membangun usaha. Ada banyak cara mengembangkan gagasan dan ide bisnis untuk memulai bergabung dengan ‘pasar’ dan jangan lupa menginovasinya agar terlihat lebih menarik.

@RizkaFS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *