.elementor-kit-2474 p { margin-bottom: 15px; }

Harta merupakan Fitnah? Mengapa?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram

STIE Darunnajah – Tak bisa dipungkiri bahwa harta merupakan salah satu hal yang dapat membantu seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Namun secara harfiahnya dalam islam, justru harta bisa dijadikan sebagai sebuah ujian kepada setiap hamba Allah melalui hak-hak dan penggunaannya yang harus sesuai syariat islam.

Harta adalah kepemilikan, baik berwujud maupun tidak, benda maupun uang. Perlu diperhatikan bahwa dalam hal yang menyangkut dengan pembelanjaan harta dapat menimbulkan fitnah (kerusakan), ditimbulkan atas dasar kecintaanya terhadap harta secara berlebih. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa harta merupakan salah satu fitnah yang menyesatkan umatnya.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Sawwar menceritakan kepada kami. Laits bin Sa’ad menceritakan kepada kami, dari Muawiyah bin Shalih. dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari bapaknya, dari Ka’ab bin Iyadh. ia berkata, aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya pada setiap umat itu terdapat fitnah (ujian). Fitnah umatku adalah harta “. Shahih: Ash-Shahihah (594).

Dengan menyibukkan diri terhadap harta yang berlebih, hal tersebut merupakan fitnah yang merusak agama seseorang karena pada hakikatnya harta dapat mempengaruhi pikiran alam bawah sadar manusia hingga ketaatan kepada Allah akan lalai bahkan membuatnya lupa akan persiapan dirinya untuk kehidupan selanjutnya, yakni akhirat.

Namun dijelaskan juga dalam hadist lain : ‘Sesungguhnya orang-orang yang banyak harta adalah orang-orang yang sedikit (kebaikannya) pada hari kiamat, kecuali orang yang diberi harta oleh Allah, lalu dia memberikan kepada orang yang disebelahnya, kanannnya, kirinya dan belakangnya. Dia melakukan kebaikan kepada hartanya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sudah dijelaskan pada kutipan arti hadist tersebut bahwa harta yang dimiliki tidak semuanya merupakan fitnah, namun harta tersebut bisa menjadi kebaikan jika penggunaannya untuk kebaikan. Sebagai umat Allah yang senantiasa berilmu dan berakal, wajib baginya untuk melakukan kebaikan terhadap harta yang dimiliki, seperti bersedekah, memberi makan kepada orang yang membutuhkan, berbagi kepada tentangga dan masih banyak lagi hal-hal bermanfaat. Maka dengan begitu, Insya Allah, orang yang melakukan semua hal tersebut dengan ikhlas akan termasuk ke dalam orang-orang yang melakukan kebaikan terhadap hartanya, dan kelak akan mendapatkan syafa’at di hari akhir kelak, Aamiin.

Kontributor: Husnul Hayati, Mahasiswi Administrasi Bisnis

Baca Juga