.elementor-kit-2474 p { margin-bottom: 15px; }

Harta dan Kepemilikan dalam Islam

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram

STIE Darunnajah – Harta yang berarti { مال, يميل ميلا } diambil dari kata { المال } condong, cenderung dan miring. Dikatakan condong, cenderung dan miring karena secara tabi’at, manusia cenderung ingin memiliki dan menguasai harta.

Harta (al-mal) menurut kamus Al-Muhith adalah ma malaktahu min kulli syai (segala sesuatu yang engkau punyai). Menurut istilah syar’i harta diartikan sebagai segala sesuatu yang dimanfaatkan pada sesuatu yang legal menurut hukum syara’ (hukum Islam) seperti jual beli, pinjaman, konsumsi dan hibah atau pemberian (An-Nabhani, 1990).

Harta adalah segala sesuatu yang dapat diambil, disimpan (dikuasai) dan dapat dimanfaatkan. Di dalam Al Quran, kata al mal dengan berbagai bentuknya disebut 87 kali yang terdapat dalam 79 ayat dalam 38 surat. Berdasarkan pengertian tersebut, harta meliputi segala sesuatu yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari (duniawi), seperti uang, tanah, kendaraan, rumah, perhiasan, perabotan rumah tangga, hasil perkebunan, hasil perikan-lautan, dan pakaian termasuk dalam katagori al amwal.

Pemilik mutlak segala sesuatu di bumi adalah Allah, manusia hanya sebagai pemegang amanah. (Al Hadid: 7)

اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَنْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ

Artinya : Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar (QS 57.7)

Status harta yang dimiliki manusia adalah HARTA SEBAGAI KEBUTUHAN DASAR

 زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِوَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ‎

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran : 14 )

Harta sebagai perhiasan hidup

اِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى الۡاَرۡضِ زِيۡنَةًلَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ اَ يُّهُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al – Kahfi : 7 )

Pemilikan harta dapat dilakukan antara lain melalui usaha yang halal

هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَذَلُوۡلًا فَامۡشُوۡا فِىۡ مَنَاكِبِهَاوَكُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِهٖ‌ؕ وَاِلَيۡهِ النُّشُوۡرُ

 Firman Allah Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS Al Mulk : 15)

Wallahu ‘alam

Kontributor : Haditia Putri, Mahasiswi Administrasi Bisnis

Info Pendaftaran Mahasiswa Baru;

No. Whatsapp : 0812-4000-1302
Instragram : darunnajah_business_school
Facebook : darunnajah_business_school

Baca Juga