Uang menurut Imam Ghazali

Pada era saat ini secara tidak langsung manusia merupakan makhluk yang konsumtif, karena ia memiliki suatu kebutuhan yang sangat banyak dari berbagai aspek seperti, sandang, papan dan pangan, Oleh karena itu manusia harus membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhannya. Uang ada suatu alat untuk transaksi antara penjual dan pembeli yang mana tujuan dari uang sendiri untuk melancarkan kegiatan tukar menukar antara penjual dan pembeli. Dalam halaman ini saya akan menjelaskan tentang konsep uang berdasarkan Imam Ghozali dalam buku Ihya Ulumuddin.

Imam Ghozali di dalam buku Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwasanya uang diibaratkan seperti cermin. Cermin merupakan alat untuk melihat paras wajah sendiri, dan tidak memiliki warna akan tetapi dapat memunculkan warna. Begitu juga dengan Uang, Uang itu tidak mempunyai harga tetapi, uang dapat memunculkan harga. Uang bukan dimiliki oleh perorangan akan tetapi, uang diedarkan dan manusia diwajibkan untuk mencari alat tukar tersebut. Maksudnya adalah uang bukan berfungsi sebagai alat untuk ditimbun kekayaan, itu merupakan suatu kedzaliman karena terjadi penumbukan atau penghimpunan harta dan fungsi uang adalah sebagai alat tukar.

Menurut Al-Ghazali dan Ibn Khaldun, definisi uang adalah apa yang digunakan manusia sebagai standar ukuran nilai harga, media transaksi pertukaran, dan media simpanan. Al-Ghazali berkata: Uang adalah nikmat Allah (barang) yang dipergunakan masyarakat sebagai mediasi atau alat untuk mendapatkan bermacam-macam kebutuhan hidupnya, yang secara subtansial tidak memiliki nilai apa-apa, tetapi sangat dibutuhkan manusia dalam upaya pemenuhan bermacam-macam kebutuhan mereka (sebagai alat tukar).

Konsep uang dalam ekonomi islam berbeda dengan konsep uang dalam ekonomi konversional. Dalam ekonomi islam, konsep uang sangat jelas dan tegas bahwa uang adalah uang bukan bukan capital. Sedangkan uang dalam perspektif ekonomi konversional diartikan secara interchange ability/ bolak-balik, yaitu uang sebagai uang dan sebagai capital. Perbedaan lain adalah bahwa dalam konsep ekonomi islam, uang adalah suatu yang bersifat flow concept dan capital adalah seuatu yang bersifat stock concept

Dengan adanya konsep di atas dapat kita simpulkan bahwasanya, Uang itu tidak mempunyai harga tetapi, uang dapat memunculkan harga. Uang bukan dimiliki oleh perorangan akan tetapi, uang diedarkan dan manusia diwajibkan untuk mencari alat tukar tersebut.  uang adalah apa yang digunakan manusia sebagai standar ukuran nilai harga, media transaksi pertukaran, dan media simpanan. Uang adalah nikmat Allah (barang) yang dipergunakan masyarakat sebagai mediasi dan konsep uang sangat jelas dan tegas bahwa uang adalah uang bukan bukan capital.

_Mukholladun_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *