.elementor-kit-2474 p { margin-bottom: 15px; }

Belajar Bareng Untuk Mengatur Skala Prioritas dalam Mengelola Keuangan yuk!

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram

STIE Darunnajah – Semakin hari, semakin bertambahnya usia bukannya beban kita semakin berkurang namun semakin bertambah. Salah satunya perihal kebutuhan. Sehingga mengharuskan kita bekerja lebih giat dan mencari cara agar kebutuhan kita tetap bisa tercukupi. Tapi pada akhirnya banyak juga dari kita yang sudah pusing dan mengambil langkah instant dan lebih memilih berhutang tanpa memperhitungkan hal-hal setelahnya. Nah, ditulisan ini kami akan membantu kalian dalam mengatur “skala prioritas” untuk mengatur keuangan.

Nah, apa sih “Skala Prioritas” itu?

Skala prioritas adalah satu urutan kebutuhan terhadap suatu hal dari primer sampai tersier. Tentunya hal ini hanya kita yang bisa menentukannya. Karena kebutuhan setiap orang itu jelas ada perbedaan.

Manfaat skala prioritas ini akan sangat berguna terutama dalam pengelolaan keuangan jika kita teratur dan disiplin melakukannya. Karena jika ada hal tidak terduga seperti keadaan pandemic saat ini kita masih mempunyai “uang dingin”.

Tahapan Membuat Skala Prioritas

  1. Membuat catatan keuangan

Kita bisa mulai dengan membuat catatan kebutuhan dan keperluan kita. Bisa kita urutkan dari kebutuhan sehari-hari yang utama seperti makan, biaya rumah, sekolah dan hal penting lain. Bahkan sampai keinginan liburan atau membeli keinginan pun sebaiknya dicatat. Juga tak kalah pentingnya itu mencatat jumlah pemasukan dan pengeluaran. Tujuannya agar kebutuhan kita tetap bisa terpenuhi dengan pemasukan yang kita punya. Dan kitab isa menyortir kembali mana yang benar-benar kita butuhkan dan tidak. Jika kalian masih kesulitan menempatkan skala prioritas alangkah baiknya kalian coba meminta saran keluarga, teman atau mungkin ahlinya.

  1. Menempatkan hal pokok di prioritas utama

Setelah kita catat maka akan kita sortir kembali. Hal-hal pokok dan bersifat kebutuhan wajib harus diletakkan di awal. Seperti uang untuk kebutuhan dapur, listrik, sekolah, kesehatan dan lain sebagainya. Kebutuhan pokok ini disesuaikan juga dengan tingkat urgensinya.

Dan juga kebutuhan pokok yang membutuhkan pengeluaran paling besar bisa diutamakan dan begitu seterusnya. Tetap letakkan hal-hal tersebut dalam skala prioritas utama agar kitab isa mengurangi keinginan membelanjakan barang yang kurang bahkan tidak dibutuhkan.

  1. Lakukan pembaharuan skala prioritas di tiap periode

Kebutuhan kita setiap tahunnya bisa saja berubah, maka dari itu diperlukan pendataan ulang terkait skala prioritas. Karena kita pun sebaiknya memperhitungkan pertimbangan masa depan. Maksudnya disini adalah membuat perhitungan jangka panjang akan kebutuhan yang bersifat jangka panjang dan pokok. Contohnya seperti membeli rumah menggunakan KPR. Hal tersebut pun harus diperhitungkan dengan matang.

  1. Keselarasan kemampuan diri dan tempat belanja

Hendaknya kita pun mengukur pemasukan dengan tempat belanja kita. Jangan hanya karena ingin mengikuti trend malah membebani diri sendiri. Lebih baik kita menyesuaikan tempat belanja sesuai kemampuan dan keperluan agar tidak mengacaukan skala prioritas yang sudah dibuat.

Itulah beberapa hal yang bisa kami jabarkan mengenai skala prioritas. Jadi, mulailah mengatur skala prioritasmu sedini mungkin agar kedepannya dapat tercipta kenyamanan dan rasa cukup akan pemasukan yang kita miliki.

Kontributor : Salma Lathifah
Editor : Rinaldi Permana Putra

Baca Juga