Penerapan Sistem POACE Dalam Menjalankan Sebuah Keorganisasian.

Menjalankan sebuah organisasi dan penerapan sistem yang baik sangat di perlukan untuk menjamin mutu kinerja para anggota organisasi , karena sebuah sistem lah yang menjadi pedoman para anggotanya dalam melangkah untuk merealisasikan tujuan di bentuknya organisasi tersebut.

Dampak dari tidak adanya sebuah sistem dalam keorganisasian sangat banyak, salah satu dampak terbesar tersebut ialah tidak berjalan nya sebuah organisasi tersebut karena anggota organisasi tidak tahu arah dan tujuan organisasi tersebut.

Ini hanya satu point dari banyaknya dampak negative yang akan muncul ketika sebuah organisasi tidak menerapkan sistem yang baik dalam menjalankan keorganisaisannya.

Ada banyak sistem yang dapat di terapkan dalam menjalankan sebuah keorganisasian, seperti contoh nya dalam lingkup ekonomi yaitu seperti: Sistem Ekonomi Tradisional, Sistem Ekonomi Pasar, Sistem Ekonomi Campuran, Sistem Ekonomi Sosisalis, Sistem Ekonomi Pancasila dll. Tapi di sini penulis akan memamparkan sistem yang cocok untuk diterapkan dalam organisasi yang di ambil dari pengalaman penulis sendiri ketika berkecimpung dalam organisasi yang bergerak di ranah kePRAMUKAAN. Sistem ini di sebut dengan sistem P.O.A.C.E.

POACE kepanjangan dari P = PLANNING, O = ORGANIZING, A = ACTUATING C =CONTROLLING, E = EVALUATING.

1. Planning

 Adalah arti dari perencanaan, agar terwujud nya tujuan utama dalam sebuah penulisan planning menjadi hal yang utama. Karena planning merupakan acuan para anggota organisasi dalam menjalankan tugas, sehingga dengan adanya planning masing masing individu mengetahui tugasnya.

seperti contoh dari orgnisasi tertinggi dalam lingkup perguruan tinggi yang disebut dengan BEM atau Badan Ekskekutif Mahasiswa. Saat terpilihnya menjadi pengurus BEM, langkah pertama yang mereka ambil ialah penulisan program kerja dan penulisan kebutuhan anggaran untuk merealisasikan program kerja tersebut yang mana keseluruhan dari semua kegaiatan tadi terkumpul dalam sebuah pernyataan yang di sebut dengan planning.

2. Organizing

Kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir. Sepatah kata yang di lontarkan oleh ulama Turki yang bernama Musthafa Shabri Afandi (w.1373H/1954M). Sebuah kata yang mungkin tidak asing di telinga sebagian dari kita. Dari pernyataan di atas kita dapat menyimpulkan betapa penting nya pembagian tugas dalam beroperasinya sebuh organisasi di suatu bidang. Selogan di atas tidak bertujuan untuk meredupkan eksistensi kebenaran dalam penyeruan masyrakat untuk berbuat baik. Tapi peristiwa yang terjadi di sekeliling kita memang tertuju pada perkataan beliau.

Sebagai sebuah contoh kejadian yang pernah menggemparkan dunia yaitu ketika runtuh nya Menara kembar World Trade Center di New York City yang kronologi pengeboman dan dalang dari peristiwa ini masih menjadi misteri sampai saat ini. Misteri kebeneran yang tersembunyi dari peristiwa 19 september 2001 yang suskses menglabui fikiran manusia dalam menelusuri fakta yang ada, adalah hasil dari perencanaan yang baik dan pengorganisiran yang terstruktur. Menentukan perancangan struktur keorganisasian adalah hal wajib yang dilalukan oleh ketua organisasi, karena merupakan hal yang mustahil jika ketua organisasi melakukan semua pekerjaan organisasi hanya seorang diri, maka dari itu pembagian tugas ke tiap tiap staff organisasi sangat di perlukan untuk memudahkan terwujudnya tujuan utama yang di dambakan

3. Actuating

Actuating atau tahap pelaksanaan adalah tahap yang paling penting dalam beroperasinya sebuah organisasi. Tahap ini akan lebih mudah di jalankan jika telah adanya sebuah planning dan terorganisirnya struktur yang telah di bentuk, walaupun memang di tengah perjalanan pasti ada kendala tak terduga yang akan di hadapi oleh tiap tiap anggota organisasi.

Dalam pereskpektif pendidikan yang berlaku kendala yang muncul secara tidak terduga dalam tubuh organisasi bukan untuk menghambat kinerja para anggota. Justru dari kendala itu lah yang akan menguji mental para anggota dan creative thinking mereka dalam menghadapi masalah yang ada, yang mana tujuan dari semua ini adalah meningkat kan kemampuan mereka dalam berfikir kritis agar tepat dan cepat menyelesaikan masalah.

4. Controling

Ketika telah berjalannya tahap pelakasaan yang telah kita bahas. Maka tugas dari Pemimpin yang mengepalai jalannya organisasi adalah mengontrol jalannya keorganiasian. Dalam sebuah organisasi kendala merupakan perkara wajib yang harus di hadapi. Dari munculnya masalah yang tak terduga inilah peran pemimpin dalam menyelesaikan masalah sangat di butuhkan.

Karena walaupun dapat di bilang tugas pemimpin sendiri lebih sedikit dari para staff yang ada tapi tanggung jawab dari setiap anggota ada di pundak seorang pemimpin. Maka dari itu jabatan pemimpin biasanya di sandang oleh orang yang berfikiran kritis mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat dan konsekuen dalam mengambil tindakan serta berkomitmen dengan apa yang telah ia putuskan.

5. Evaluating

Setalah keempat tahapan di atas telah terlaksana, maka tahap terakhir yang harus dilakukan organisasi adalah mencari evaluasi. Tujan dari evaluasi adalah mendata dan mengarsipkan kendala-kendala yang muncul dalam tubuh organisasi agar kendala yang muncul selama beroperasi tidak terulang di kemudian hari.

Evaluasi diadakan minimal sekali sehari di ujung kegiatan organisasi atau ketika organisasi beroperasi pun tidak ada masalah untuk mengadakan evaluasi selama kegiatan organisasi tidak terhambat. Biasanya evaluasi di adakan oleh pemimpin tapi jika ada anggota yang ingin melakukan evaluasi, itu akan lebih baik untuk kelancaran organisasi. Karena seorang pemimpin tidak boleh hanya mengevaluasi tetapi ia harus berani dan terima di evaluasi bahkan di kritik sekali pun.

Itulah 5 tahapan berorganisasi yang terkumpul dalam kata P.O.A.C.E yang dapat di jadikan system keorganiasasian, jika system ini di terapkan dalam tubuh organiasi maka terwujudnya tujuan utama yang di dambakan akan lebih mudah tercapai.

Penulis : Wildan Syuhada – Mahasiswa Darunnajah Business School

Hari Santri Nasional, Mengestafetkan Nilai – Nilai Perjuangan Ulama dan Santri Indonesia.

Tepat pada tanggal 22 Oktober sesuai dengan ketetapan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, bahwasannya hari ini di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

Indonesia tidak akan pernah lepas dari peran Ulama dan santri, karena yang namanya Ulama dan santri adalah salah satu unsur dan faktor penting yang ikut andil dan berperan dalam mempertahankan kemerdekaan indonesia.

Mengapa tanggal 22 Oktober adalah Hari Santri Nasional?

Penandatanganan ketetapan Hari Santri Nasional ini sebenarnya baru ditetapkan pada tahun 2015.yang ditetapkan dan di tanda tangani langsung oleh Presiden Joko Widodo tepatnya di Masjid Istiqlal Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2015.

Presiden Jokowi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional karena beberapa faktor, antara lain pada tanggal 22 Oktober, Kyai Hasyim menyerukkan seruan untuk berjihad para Ulama dan santri bersatu dan berkorban serta berjuang demi mempertahankan NKRI dari  Belanda yang datang kembali ke Indonesia untuk kembali menguasai Indonesia.

Dalam memperingati semangat juang dan pengorbanan para warga Indonesia khususnya para Ulama dan santri maka pada tanggal 22 Oktober menjadi sebagai Hari Santri Nasional

Pada peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 ini mengangkat tema “Santri Siaga jiwa Dan Raga”. Tema ini memiliki pesan agar seluruh santri Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air, dan mempertahankan persatuan NKRI, serta mewujudkan perdamaian dunia.

Siap jiwa dan raga juga memiliki arti bahwa sebagai para santri dan sekaligus generasi yang akan penerus bangsa harus siap memimpin dan siap dipimpin

kitalah yang kelak akan meng-estafetkan nilai-nilai islam yang telah Rasulullah ajarkan kepada kita di seluruh Indonesia

Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, sudah sepatutnya dapat mengestafetkan nilai – nilai perjuangan para ulama dan santri terdahulu. Semoga dengan peringatan hari Santri Nasional, Indonesia tetap menjadi Negara damai, maju dan bermartabat. Aamiin

Penulis : Rizki Akbar Faesal

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Perguruan Tinggi Darunnajah

Selasa, 19 Oktober 2021, Perguruan Tinggi Darunnajah mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1443. Pelaksanaan peringatan Maulid ini menghadirkan Da’i yang terkenal yaitu Al – Ustadz Rizki Tamami.

Adapun peringatan maulid nabi ini dengan tema Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Agar Terciptanya Generasi Millenial Yang Berakhlakul Karimah.

Dalam ceramah nya, Al – Ustadz Rizki Tamami menyampaikan perihal kelahiran Nabi Muhammad SAW serta Akhlak Nabi Muhammad SAW.

Dalam penanggalan hijriah yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal, ini menjadi hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejarah telah membuktikan bahwa kehadiran Nabi Muhammad merupakan sosok yang sangat berpengaruh bagi peradaban umat islam. Ia manusia paling sempurna dalam penyampaian risalah dan akhlaknya.

Salah satu tujuan dalam merayakan Maulid Nabi, yakni untuk mengekspresikan kecintaan umat islam kepada Rasulullah SAW.

Selanjutnya, beliau menyampaikan banyak pembelajaran dan juga pesan perihal akhlak rasulullah SAW. Terdapat hikmat yang tersirat dalam peringatan Maulid Nabi ini,

Dari Firman Allah SWT, yang berbunyi

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS:  Al Ahzab : 21)

Dari ayat tersebut bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi umat islam. Perilaku, budi pekerti dan akhlaknya sangat menjadi panutan untuk umat islam.

Nabi Muhammad merupakan manusia, namun tidak sembarang manusia. Bahkan Nabi Adam yang merupakan Nabi pertama mendapat keberkahan dari Nabi Muhammad yang sudah jelas bahwa ia merupakan Nabi terakhir.

Lantas, apa alasannya?

Nabi Adam diusir dari surga oleh Allah SWT. Nabi Adam berdoa selama bertahun – tahun agar Allah dapat mengampuni segala dosanya, hingga turunlah malaikat Jibril yang Allah untuk memberikan satu amanat kepada Nabi Adam.

Malaikat Jibril menyampaikan kabar kepada Nabi Adam bahwa Allah akan mengampuni segala dosa-dosa dan kesalahannya dengan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari sepenggal kisah tersebut, bahwa sholawat merupakan kalimat istimewa. Apapun problematika dan permasalahan, jadikan Allah sebagai tujuannya. Karena Allah dan Rasulullah merupakan solusi dari setiap permasalahan. Dan dengan bersholawat juga, Allah mengampuni segala dosa – dosa kita, Aamiin.

Mari jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai langkah awal merevolusi akhlak guna untuk membenahi diri dengan meniru akhlak Rasulullah SAW yang menjadi suri tauladan umat manusia, juga sebagai penanaman modal dan bekal untuk akhirat kelak.

Reporter : Husnul Hayati

Maulid Nabi Muhammad SAW, Momentum Untuk Meneladani Utusan Allah SWT

Pengertian Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi merupakan perayaan untuk mengingat, menghayati, memaknai serta meneladani Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid Nabi SAW menjadi bentuk penghormatan kaum Muslimin kepada Rasulullah yang telah membawa agama Islam ke muka bumi.

Mengutip buku Maulid Nabi Muhammad: Antara Sunah dan Bid’ah oleh Muhammad Ajib, Lc., MA., peringatan Maulid Nabi dalam Islam termasuk ke dalam masalah fu’uriyah. Maksudnya, hukum dari hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama ahlus sunah wal jamaah. Sebagian ulama membolehkan perayaannya, namun sebagian lain melarangnya.

Tanpa memperhatikan hukumnya, perayaan ini sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Setidaknya, ada tiga teori tentang asal mula perayaan Maulid Nabi. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang sejarah Maulid Nabi lengkap dengan tradisi perayaannya.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Tiga teori tentang perayaan Maulid Nabi yang tercatat dalam sejarah Islam. Pertama, perayaan Maulid pertama kali oleh kalangan Dinasti Ubaid atau Fathimi di Mesir yang menganut paham Syiah Ismailiyah.

Teori kedua adalah perayaan Maulid Nabi pada kalangan ahlus sunnah wal jamaah. Perayaan pertama kali oleh Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri, Gubernur Irbil di wilayah Irak. Ia hidup pada tahun 549-630 H.

Teori ketiga yaitu perayaan Maulid Nabi oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi (567-622 H), penguasa Dinasti Ayyub di bawah kekuasaan Daulah Abbassiyah. Tujuan perayaan ini adalah meningkatkan semangat jihad kaum Muslimin dalam menghadapi Perang Salib melawan kaum Salibis dari Eropa.

Di antara ketiga teori tersebut, Imam Jalaluddin As-Suyuthi lebih condong pada teori kedua. beliau merupakan imam ahli hadits dan sejarah yang paling giat mendukung perayaan Maulid. Ia berkata:

“Orang yang pertama kali merintis peringatan Maulid ini adalah penguasa Irbil, Malik Al-Muzhaffar Abu Sa’id Kukabri bin Zainuddin bin Baktatin, salah seorang raja yang mulia, agung dan dermawan. Beliau memiliki peninggalan dan jasa-jasa yang baik, dan yang membangun masjid Al-Jami’ Al-Muzhaffari di lereng gunung Qasiyun.”

Dari penjelasan tersebut, bahwa tradisi peringatan Maulid Nabi memang sudah ada sejak zaman dulu. Ada sebagian ulama yang mengharamkannya, namun tidak sedikit pula yang membolehkannya.

Adapun mengenai tradisinya, perayaan Maulid Nabi biasanya dengan pelaksanaan amalan-amalan ibadah yang bersifat mutlak. Mengutip buku Pro Kontra Maulid Nabi: Mencari Titik Kesepahaman oleh Isnan Ansory, Lc. MA., amalan tersebut di antaranya melakukan pengkajian tentang sirah Rasulullah, membaca Alquran, bershodaqoh, dan lainnya.

Cara Pengkajian sirah Rasulullah dengan baik adalah membaca syair-syair yang tertulis dalam kitab Maulid seperti al-Barzanzi, Simtu ad-Duror, ad-Diba’, dan Maulid Syaraf al-Anam. Ibadah-ibadah ini memiliki tujuan utama menampakkan kegembiran atas kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW.

Semoga para pembaca serta umat Islam dapat meneladani sifat Rasulullah SAW dan melaksanakan kehidupan dengan tuntunan sunnah – sunnah nya. Aamiin

Penulis : Helda Amalia

Silaturahim Tim STIE Darunnajah Jakarta Dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen UNIDA Gontor Ponorogo

Jumat (15/10) Mengawali sebuah kesuksesan diawali dengan 1 langkah yang tepat, Itulah hal yang dilakukan oleh Tim STIE Darunnajah Jakarta dalam mengarungi di awal perjalanan yang beranjak 2 tahun berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darunnajah Jakarta. Yaitu sering kali melakukan silaturohim dan sharing pengetahuan perihal perguruan tinggi lebih berkembang, salah satunya dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo.

Tepatnya di hari Jum’at 15 Oktober 2021 pukul 18.45 WIB Tim Pengelola STIE Darunnajah Jakarta melakukan Silaturohim dengan Civitas Fakultas Ekonomi dan Manajemen yang disambut hangat bersama Wakil Dekan 2 Kurnia Rahman Abadi, M.M. dan Wakil Dekan 3 Adib Susilo, M.Si. di Ruang Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

Mengawali perbincangan hangat ini dengan sambutan Ketua STIE Darunnajah Jakarta oleh Samiyono, M.Pd. beliau menyampaikan bahwa “umur Sekolah Tinggi Ekonomi Darunnajah Jakarta beranjak 2 tahun akan tetapi langkah kami masih sangatlah pelan sekali dari berbagai aspek mulai dari mahasiswa, tim pengelola, dosen dan program kegiatan lainnya. Oleh karena itu kami meminta izin kepada antum dari fakultas ekonomi dan manajemen untuk sharing pengetahuan selama ini sering berjalannya fakultas ini” ujarnya dalam sambutan di awal perbicangan.

Adapun tanggapan bapak wakil dekan 2 Kurnia Rahman Abadi, M.M. beliau menyampaikan bahwasannya “Hal inilah yang sering menjadi permasalahan dari setiap sekolah tinggi yang baru mengawali perjalanan dalam perguruan tinggi. Menyingkapi hal tersebut perguruan tinggi yang masih meraba-raba perihal program, mahasiswa, dosen, LP3M dan lainnya sebagianya haruslah aktif untuk mencari ilmu tersebut salah satunya dengan bersilaturohim dengan kampus untuk sharing dan bertukar ilmu satu sama lainnya, sehingga mendapatkan solusi dari permasalahan yang belum diketahui sebelumnya.”

Begitu juga perjalanan dari program studi islam, sebelumnya kita sering kali melakukan sharing dengan berbagai kampus sekitar yang 1 frekuensi dengan adanya agenda tersebut dapat berkolaburasi antar perguruan tinggi sehingga menciptakan sinergi yang bermanfaat dari kedua belah pihak.

Pelantikan Dewan Eksekutif Mahasiswa Blok Serang & Bogor Periode Tahun 2021

Foto bersama pelantikan saat daring menggunakan zoom

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darunnajah mengadakan  Pelantikan Dewan Eksekutif Mahasiswa Blok Serang & Bogor, untuk periode tahun 2021, pada Rabu, 13 Oktober 2021. Pengurus DEMA mengundang seluruh Civitas Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan seluruh Dewan Eksekutif Mahasiswa blok Jakarta.

Semangat Mahasiswa STIE Darunnajah dalam pelantikan

Jumlah Mahasiswa yang akan mengikuti pelantikan Dewan Eksekutif Mahasiswa adalah 22 orang, terdiri atas ketua 1 & 2, sekretaris, bendahara, Eksternal & Internal, keilmuan dan kerohanian, kesenian dan olahraga, ekonomi & inovasi, bisnis, publikasi. Mereka mengikuti pelantikan secara daring melalui platform Zoom.

Sambutan Ketua STIE Darunnajah dalam pelantikan

Dalam sambutannya, Ketua Sekolah Tinggi Islam Darunnajah, Samyono M.Pd. Mengungkapkan rasa syukurnya atas keberlangsungan pelantikan. “Kepada rekan-rekan dewan mahasiswa tahun 2021, selamat menjalankan tugas, dan selamat berkarya.

Kami berharap kepengurusan ini, mahasiswa dapat aktif berpartisipasi membangun budaya prestasi di dalam kampus melalui program kerja yang dilakukan, serta kepemimpinannya dapat berkembang, belajar berorganisasi, di banyak kan pergerakan, harus banyak kegiatan yang di buat, karna setiap pergerakan ada barokah di dalam nya.

3 elemen berharga dalam membentuk karakter anak muda : 1. Kerjasama, 2. Anak muda harus terbiasa menghadapi konflik, 3. Harus di bangun kompetisi antar Dema, Antar bagian (siap berkompetisi).“tutur ustadz Samiyono.

Selamat kepada para mahasiswa/i blok Serang dan Bogor yang telah menjadi pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa. Semoga menjadi ladang perjuangan para mahasiswa serta menjadi wasilah untuk rekan sekalian. Aamiin

Reporter by Helda Amalia

Menuju Universitas Darunnajah, Tim Universitas Darunnajah Adakan Rapat Terbatas

Rabu, 13 Oktober 2021. Tim Universitas Darunnajah atau Tim Fighter Universitas mengadakan rapat terbatas untuk mempersiapakan berkas – berkas visitasi Universitas dan memperbaiki revisi – revisi berkas yang telah dikoreksi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta mempersiapkan sistem, sumber daya manusia dan sarana prasarana Universitas Darunnajah.

Rapat Tim Universitas Darunnajah

Rapat terbatas ini dihadiri oleh Ketua STAI Darunnajah, Ketua STIE Darunnajah, Ketua Yayasan Darunnajah, Bendahara Yayasan, dan Pimpinan Pesantren Darunnajah Al – Ustadz KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs. Rapat dipimpin oleh Al – Ustadz Hendro Risbiyantoro, MS selaku Ketua Pembentukan Universitas Darunnajah, beliau menyampaikan kesiapan Darunnajah untuk menuju Universitas sudah mencapai 75%. akan tetapi, untuk menuju 100% membutuhkan waktu serta pikiran yang lebih ekstra kembali.

KH. Hadiyanto Arief, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para tim dalam bekerja secara totalitas untuk membangun Universitas. beliau berpesan bahwa ketika Surat Keputusan Universitas Darunnajah telah diterbitkan, maka para pengelola Universitas Darunnajah dapat bergerak dengan cepat untuk perkembangan Universitas itu sendiri.

Adapun langkah selanjutnya untuk mencapai 100% ialah mempersiapkan berkas – berkas visitasi Universitas Darunnajah. adapun target sampai keluar Surat Keputusan Universitas adalah pada bulan April 2022.

Semoga dengan berdirinya Universitas Darunnajah dapat memberikan kontribusi kepada Umat dalam bidang pendidikan, pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat. dan dapat membawa nama baik Darunnajah di kancah nasional maupun internasional. Rinaldi Permana Putra

KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA





“Kewirausahaan atau entrepreneurship bukan hanya sebagai keterampilan bisnis. Lebih penting dari itu, kewirausahaan adalah sikap kreatif, inovatif, dan berani mengambil keputusan sehingga dijadikan sikap hidup dan bahkan karakter bangsa Indonesia.” ( Cipta – Entrepreneur).

Dahulu prestasi dalam dunia Pendidikan saja sudah cukup untuk bekal dalam mencari pekerjaan dan bertahan hidup. Jauh berbeda dengan era sekarang, dewasa ini prestasi dalam dunia Pendidikan itu belumlah cukup!! Berdasarkan hal tersebut, banyak tujuan kewirausahaan yang bisa di manfaatkan oleh para lulusan perguruan tinggi dalam mewujudkan impiannya. Ada beberapa tujuan kewirausahaan untuk mahasiswa dan dunia Pendidikan, yaitu :

Pendidikan saja tidaklah cukup untuk bekal masa depan

Kita tidaklah cukup hanya menguasai ilmu yang “umum” saja. Bangsa ini membutuhkan orang – orang yang sanggup mengubah ‘kesulitan’ menjadi ‘peluang’ dan memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Kewirausahaan bisa diterapkan di semua bidang pekerjaan dan kehidupan.

Kewirausahaan adalah bekal masa depan mahasiswa bila ingin berkarir dibidang apapun.

Ketika lulusan perguruan tinggi kesulitan mendapatkan pekerjaan atau terkena PHK (pemutusan Hubungan Kerja), kewirausahaan bisa menjadi langkah alternatif untuk mencari nafkah dan bertahan hidup.

Sukses di dunia kerja, tidak cukup hanya orang yang pandai berbicara yang dibutuhkan adalah bukti nyata / realitas. Kewirausahaan adalah ilmu nyata yang bisa mewujudkannya.

Memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi lokomotif peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Meningkatkan pendapatan, baik itu keluarga dan daerah yang berujung pada peningkatan perekonomian bangsa.

Membudayakan sikap unggul, berprilaku positif, kreatif dan inovatif.

Kewirausahaan bukanlah ilmu ajaib yang mendatangkan uang dalam waktu singkat, namun tidak bisa disangkal bahwasannya kewirausahaan memiliki peran yang sangat vital bagi kemajuan.

Semua orang itu sama, itu berarti mereka dilahirkan sama dan diberi kemampuan menjadi manusia yang utuh, normal dan cara berfikir baik. Yang membuat setiap orang berbeda adalah proses perjalanan hidup yang dilaluinya. Perbedaan itu terjadi karena setiap orang akan memikirkan dan melakukan segala sesuatu kearah yang berbeda.

“Kesuksesan itu tidak dapat memilih dan tidak suka dipilih oleh orang yang tidak siap menerimanya. Kesuksesan itu akan hinggap pada orang – orang yang telah berusaha keras untuk meraih dan memperjuangkannya”.

Bisakah Anda jadi wirausahawan yang sukses dan hebat?? Tentu saja bisa!! Semua itu tergantung kepada Anda, bagaimana Anda menggali potensi kewirausahaan yang ada dalam diri Anda dan mulai belajar untuk menjadi wirausahawan yang sukses. Rizka Fajrina

3 Tahapan Penerapan Hukum Pada Marketplace

Perkembangan zaman telah memunculkan berbagai inovasi, teknologi dan digitalisasi. Perubahan-perubahan tersebut tentunya berhubungan erat dengan aktivitas ekonomi dan sosial masyarkat, oleh karena itu penting memahami penerapan hukum pada market place.

Transaksi Marketplace

Tashawur

Tahap pertama dalam menentukan hukum adalah tashawur, yaitu mengenali skema marketplace. Ada beberapa catatan untuk marketplace:

(1) Marketplace tidak memiliki barang, sehingga pihak marketplace tidak menjual.

(2) Marketplace adalah wadah yang mempertemukan banyak penjual (merchant) dengan masyarakat konsumen.

(3) Marketplace tidak hanya tempat untuk berjualan, tapi lembaga yang memiliki wewenang mengatur kondisi pasarnya.

(4) Umumnya pihak marketplace memberi jaminan keamanan bagi pengunjung dengan system escrow, dimana uang yang ditransfer konsumen disimpan oleh marketplace di rekber (rekening bersama), dan baru diserahkan ke penjual setelah barang tiba dengan selamat di tempat konsumen.

(5) Konsumen yang beli tidak pernah bertemu dengan pembeli barang. Semua transaksi dilayani dengan mesin.

(6) Dana yang mengendap di rekber, diatur oleh kebijakan terkait.

Adapun catatan untuk pihak marketplace:

(1) Tidak berwenang menetapkan harga terhadap barang yang dijual.

(2) Tidak mendapat keuntungan atau profit sharing dari merchant ketika ada barang yang terjual.

(3) Tidak menanggung resiko terhadap barang.

(4) Terkadang menyewakan fitur iklan untuk beberapa merchant, seperti diiklankan atau dipajang di depan.

Pendekatan Fiqh

Tahapan kedua dalam memahami kasus marketplace adalah pendekatan fiqh untuk melihat akad dalam marketplace :

(1) Akad yang terjadi pada marketplace adalah akad jual beli. Diantara konsekuensi jual beli adalah terjadinya perpindahan kepemilikan. Baik perpindahan kepemilikan barang dari penjual ke pembeli atau kepemilikan uang, dari pembeli ke penjual.Perpindahan kepemilikan terjadi sejak akad jual beli dilakukan, meskipun barang belum diserahkan dan uang belum dibayarkan.

(2) Keberadaan escrow termasuk bagian dari ciri khas marketplace, untuk menjamin keamanan bagi semua pihak.

(3) Untuk status kepemilikan uang di rekening bersama, perlu diketahui, bahwa uang yang ditransfer konsumen ke rekening bersama adalah sebagai pembayaran untuk barang yang dibeli, dan bukan memberi hutang ke pihak marketplace.

(3) Akad yang dilakuakan di marketplace akan sah ketika konsumen telah mentrasfer uang ke rekening bersama, karena sudah menjadi aturan dalam transaksi online, bahwa konsumen dinyatakan telah setuju melakukan transaksi jika telah melakukan pembayaran dengan cara transfer atau metode pembayaran lainnya.

Penentuan Hukum

Tahapan yang ketiga adalah menentukan pendekatan fiqh, dimana dari tahapan kedua sudah sangat jelas bahwa akad yang terjadi pada marketplace adalah akad jual beli. Maka tahapan terakhir dalam penarikan kesimpulan  bahwa marketplace bukan penjual, bukan pula wakil dari penjual, marketplace hanya media yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dengan aturan tertentu.

Adapun terkait aturan di marketplace, pada prinsipnya selama aturan iitu tidak melanggar syariat, hukum asalnya dibolehkan dan aturan itu mengikat kedua belah pihak, sehingga wajib dilaksanakan. Karena setiap muslim wajib mengikuti kesepakatan Bersama yang mereka tetapkan. Sesuai dengan hadis nabi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Nabi SAW bersabda, “ Kaum muslimin harus memenuhi setiap syarat (perjanjian) diantara mereka “ (Abu Daud 3596). Wallahu A’lam. Helda Amalia & Dilla Aulia

Keywords: Peradaban Islam, Ekonomi Islam, Marketplace

Daftar Pustaka

BI, Bank Indonesia. Statistik Sistem Pembayaran. Transaksi Uang Elektronik (diunduh 2021 Agustus 8). Tersedia pada: http://www.big.go.id.

BI. Bank Indonesia. Survey Konsumen. (diunduh 2021 Agutus 8) Tersedia pada: http://www.big.go.id.

Hidayat, M. 2010. Pengantar Ekonomi Syariah. Jakarta: Zikrul Hakim.

KOMINFO, Kementrian Komunikasi dan Informatika. 2016. Study Ekonomi Digital di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan SDM KOMINFO. 5.

Mulyadi, M. 2011. Penelitian kualitatif dan kuantitatif serta Pemikiran Dasar. Jurnal Komunkasi dan Media Massa. 15(1). 131.

Nugroho, A. 2021. Pengertian Era Digital dan Dampaknya Untuk Kehidupan. Qwords.com . (diunduh 2021 Agutus 8). Tersedia pada:  https://qwords.com/blog/era-digital-adalah/

Nur Baits, A. 2020. Halal Haram Bisnis Online. Jogja: Pustaka Muamalah Publishing.

Suprayitno, Eko. 2005. Ekonomi Islam Pendekatan Ekonomi Makro Islam dan Konvensional. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Zed, M. 2008. Metode penelitian kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Penutupan Pelatihan Admin Website, Darunnajah Mempersiapkan Kader Kader Umat dalam Dunia Jurnalistik

Kamis, 7 Oktober 2021, Penutupan pelatihan website admin Darunnajah Pusat & Cabang. Acara di adakan pada Senin sampai Kamis, 3 – 7 Oktober 2021. Peserta pelatihan merupakan admin website dari setiap pondok Darunnajah Pusat maupun Cabang serta Perguruan Tinggi Darunnajah.

Adapun materi yang disampaikan berupa materi pengelolaan website dan optimasi sosial media. Yang disampaikan oleh mentor – mentor handal dalam bidangnya. dalam hal ini, peserta sangat semangat dan antusias dalam pelatihan selama 3 hari.

Pelatihan bersama Al – Ustadz Deni Rusman

Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan para kader Darunnajah yang siap untuk mengajarkan ilmu – ilmu yang telah didapat kepada para guru dan santri di kampus masing – masing serta dapat menghidupkan nilai – nilai Kedarunnajahan dalam jurnalistik. serta dapat berjuang untuk umat dalam bidang dakwah di media sosial. maka dengan ini, Darunnajah mempersiapkan kader kader umat dalam bidang Jurnalistik.

Peserta pelatihan Admin Website

Pelatihan ini merupakan implementasi nilai kaderisasi yang telah diajarkan oleh pendiri dan pimpinan pondok pesantren kepada para guru dan santri – santri.

Pelatihan ditutup oleh Ustadz Alaul Abror selaku Ketua Panitia Penyelenggara dan Ustadz Mustofa Zahir selaku pembimbing website Darunnajah. Dalam penutupan Al – Ustadz Mustofa Zahir berpesan “Ketika pulang ke kampus masing – masing, para Admin Website wajib mengajarkan ilmu – ilmu nya kepada para santri dan para guru karena kalian adalah kader Darunnajah dalam dunia Publikasi dan Jurnalistik, maka lakukan lah hal ini dengan ikhlas dan perjuangan”

Semoga dengan pelatihan ini, dapat meningkatkan kualitas Pondok Pesantren Darunnajah dan dapat membawa nama baik Pondok Pesantren di Kancah Nasional maupun Internasional.