Rapat Koordinasi Panitia Universitas Darunnajah Bersama Ketua Yayasan dan Pimpinan Pesantren Darunnajah

(30/09/2020) Pada hari Rabu, 30 Sepetember 2020 telah diadakan Rapat Koordinasi Panitia Universitas Darunnajah bersama Ketua Yayasan dan Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta bertempat di Dewan Nadzir. Di awali dengan sambutan dari Ust Sofwan beliau menyampaikan di masa pandemi saat ini kita bersyukur yaitu dengan bersabar dalam segala aspek dari kegiatan belajar mengajar, ataupun dalam hal ekonomi. Kita harus pandai-pandai dalam memilih kebutuhan primer dan sekunder karena itu hal yang memicu banyak pengeluaran. Mari kita berusaha bersama-sama para tim sukses univeritas agar terbentuk Universitas Darunnajah. Aamiin

Sambutan selanjutnya dari Ust Hadiyanto Arief beliau menyampaikan kita harus mencapai cita-cita dari pondok pesantren darunnajah jakarta yaitu mendirikan Universitas Darunnajah dan menciptakan ulama yang intelek bukan ulama yang tahu agama. Semoga Universitas Darunnajah segera terwujudkan yang mana menjadi mimpi dari pondok pesantren darunnajah.

Selanjutnya  penyampaian materi oleh Pak Ramdan sebagai konsultan Perguran Tinggi Darunnajah, beliau menyampaikan pada era saat ini mari bersama-sama kita mendirikan program studi dibutuhkan saat ini seperti Sanis dan Teknologi (Bisnis Digital, Manajemen Ritel, Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem&Teknologi Informatika, Sains Aktuaria dan Lain sebagainya)

Karakteristik Industri 4.0: Digitalisasi, Optimasi Produksi, Customization Product, Automatic data exchange and communication, Value added services and business dan Penggunaan teknologi informasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama bagi Indonesia. Kualitas SDM Indonesia masih tertinggal bila dibandingkan negara lain. Peningkatan kualitas SDM dicerminkan dari Angka Partisipasi Kasar bidang pendidikan, terutama APK Perguruan Tinggi (ATK-PT).

Pola pemilihan Prodi berpijak pada 4 Aspek

  1. Analisis Kebutuhan Stakeholders
  2. Analisis Kosentrasi Rasio & Analisis Situasional
  3. Analisis Forecasting
  4. Analisis Daya Beli dan Minat Calon Mahasiswa
  • Terdapat 8 prodi potensial yang dapat dikembangkan Stie Darunnajah;
  • Akan dipilih 5 prodi yang dinilai paling potensial, paling dibutuhkan, dan paling relevan untuk didirikan bersamaan dengan Perubahan Bentuk menjadi Universitas;
  • Tahun 2020: 2 prodi baru akan didirikan (rumpun bisnis)
  • Tahun 2021: 3 prodi eksakta akan diusulkan + perubahan bentuk menjadi Universitas

Konsep Produksi dalam Prespektif Islam

Islam merupakan agama yang sempurna karena islam tidak hanya sebagai agama yang mengatur hubungan dengan Allah SWT tetapi juga mengatur hubungannya dengan manusia dan makhluk lainnya. Kesempurnaan yang terlihat dalam hubungan dengan manusia yaitu dalam segala bidang baik bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, dan sebagainya termasuk dalam bidang ekonomi. Sehingga dalam bidang ekonomi, Islam juga mempunyai seperangkat aturan dan konsep tentang kegiatan ekonomi yang terdiri dari produksi, distribusi dan konsumsi yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh manusia muslim dalam rangka ketaatannya kepada Allah SWT.

Islam memandang bahwa kegiatan produksi merupakan suatu kegiatan untuk mencari karunia Allah SWT yang terkandung dalam setiap ciptaan-Nya, karena kegiatan produksi adalah kegiatan untuk mengolah apa yang telah disediakan oleh Allah SWT dalam alam semesta menjadi berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka beribadah kepada Allah SWT agar kelangsungan dan kemakmuran hidup di dunia dan di akhirat tercapai. Kegiatan distribusi sangat diperlukan dengan tujuan agar barang dan jasa yang telah dibuat oleh produsen dapat sampai kepada konsumen, kegiatan ini dalam Islam dikenal dengan kegiatan perdagangan yang pelaksanaannya harus sesuai dengan aturan Islam. Dengan kejujuran dan aspek spiritual yang senantiasa melekat pada perdagangan akan mendatangkan keuntungan kepada semua pihak yang terlibat.

Dalam literatur ekonomi Islam padangan produksi adalah “intaj ” (ان تج ) dari akar kata “nataja” (. )ن تج Menurut Ahmad Muhammad al – Assal dan Fathi Ahmad Abdul Karim (Muhammad, 2004 : 220) bahwa Islam menggambarkan peranan manusia dalam alam semesta ini atas dasar tiga masalah pokok, yaitu:

  1. Allah SWT menciptakan seluruh alam semesta sesuai dengan peraturan dan hukum-Nya.
  2. Allah SWT memerintahkan tunduk kepada umat manusia dari seluruh alam semesta ini, apa saja yang ia butuhkan dalam usahanya untuk hidup dan kelangsungan kehidupannya.
  3. Bekerja dan berusaha merupakan fitrah dan watak manusia dalam memakmurkan planet ini, mengeksploitasi sumber-sumber kemakmurannya, dan mengharapkan anugerah Allah SWT yang tersimpan dalam planet ini.

Manusia dan alam semesta diciptakan oleh Allah SWT untuk tunduk dan taat kepada semua peraturan yang telah ditetapkan-Nya, apabila semua ciptaan-Nya tersebut keluar dari tata aturan tersebut maka pasti akan menimbulkan kemudharatan bagi manusia dan alam semesta itu sendiri, hal tersebut terjadi karena Allah SWT adalah Maha mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk ciptaan-Nya.

Kegiatan produksi dalam pandangan ekonomi islam merupakan salah suatu kegiatan untuk mencari karunia Allah SWT yang terkandung dalam setiap ciptaan-Nya, karena kegiatan produksi adalah kegiatan untuk mengolah apa yang telah disediakan oleh Allah SWT dalam alam semesta menjadi berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka beribadah kepada Allah SWT agar kelangsungan dan kemakmuran hidup di dunia dan di akhirat tercapai.

Prilaku produksi dalam ekonomi islam berbeda dengan ekonomi konvensional dimana, semua kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen muslim adalah untuk menghasilkan barang dan jasa yang halal dalam pandangan islam karena orientasi produsen untuk berproduksi adalah mencapai Ridha Allah SWT. Sangat diharamkan memproduksi segala sesuatu yang merusak akidah yang shahih dan akhlak yang utama dan segala sesuatu yang melucuti identitas ummat, menggoncangkan nilai-nilai agama dan akhlak, menyibukkan pada hala-hal yang sia-sia dan menjauhkannya dari keseriusan, mendekatkan kepada kebathilan, dan menjaukan dari kebenaran, mendekatkan dunia dan menjauhkan akhirat. Produsen yang seperti ini tidak pernah memikirkan kehalalan dan keharaman tetapi hanya memikirkan kekayaan, uang dan  pendapatan semata (Muhammad, 2004 : 231).

Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. 1993. Halal dan Haram dalam
Islam, Bab IV point 4.2, bagian Muamalah Alih bahasa: H. Mu’ammal Hamidy, Penerbit: PT. Bina Ilmu.

Muhammad Abdul Mannan. 1997. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Dana Bakti Wakaf. Yogyakarta.Muhammad. 2004. Ekonomi Mikro Dalam Perspektif Islam. Edisi I. BPFE. Yogyakarta

Uang menurut Imam Ghazali

Pada era saat ini secara tidak langsung manusia merupakan makhluk yang konsumtif, karena ia memiliki suatu kebutuhan yang sangat banyak dari berbagai aspek seperti, sandang, papan dan pangan, Oleh karena itu manusia harus membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhannya. Uang ada suatu alat untuk transaksi antara penjual dan pembeli yang mana tujuan dari uang sendiri untuk melancarkan kegiatan tukar menukar antara penjual dan pembeli. Dalam halaman ini saya akan menjelaskan tentang konsep uang berdasarkan Imam Ghozali dalam buku Ihya Ulumuddin.

Imam Ghozali di dalam buku Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwasanya uang diibaratkan seperti cermin. Cermin merupakan alat untuk melihat paras wajah sendiri, dan tidak memiliki warna akan tetapi dapat memunculkan warna. Begitu juga dengan Uang, Uang itu tidak mempunyai harga tetapi, uang dapat memunculkan harga. Uang bukan dimiliki oleh perorangan akan tetapi, uang diedarkan dan manusia diwajibkan untuk mencari alat tukar tersebut. Maksudnya adalah uang bukan berfungsi sebagai alat untuk ditimbun kekayaan, itu merupakan suatu kedzaliman karena terjadi penumbukan atau penghimpunan harta dan fungsi uang adalah sebagai alat tukar.

Menurut Al-Ghazali dan Ibn Khaldun, definisi uang adalah apa yang digunakan manusia sebagai standar ukuran nilai harga, media transaksi pertukaran, dan media simpanan. Al-Ghazali berkata: Uang adalah nikmat Allah (barang) yang dipergunakan masyarakat sebagai mediasi atau alat untuk mendapatkan bermacam-macam kebutuhan hidupnya, yang secara subtansial tidak memiliki nilai apa-apa, tetapi sangat dibutuhkan manusia dalam upaya pemenuhan bermacam-macam kebutuhan mereka (sebagai alat tukar).

Konsep uang dalam ekonomi islam berbeda dengan konsep uang dalam ekonomi konversional. Dalam ekonomi islam, konsep uang sangat jelas dan tegas bahwa uang adalah uang bukan bukan capital. Sedangkan uang dalam perspektif ekonomi konversional diartikan secara interchange ability/ bolak-balik, yaitu uang sebagai uang dan sebagai capital. Perbedaan lain adalah bahwa dalam konsep ekonomi islam, uang adalah suatu yang bersifat flow concept dan capital adalah seuatu yang bersifat stock concept

Dengan adanya konsep di atas dapat kita simpulkan bahwasanya, Uang itu tidak mempunyai harga tetapi, uang dapat memunculkan harga. Uang bukan dimiliki oleh perorangan akan tetapi, uang diedarkan dan manusia diwajibkan untuk mencari alat tukar tersebut.  uang adalah apa yang digunakan manusia sebagai standar ukuran nilai harga, media transaksi pertukaran, dan media simpanan. Uang adalah nikmat Allah (barang) yang dipergunakan masyarakat sebagai mediasi dan konsep uang sangat jelas dan tegas bahwa uang adalah uang bukan bukan capital.

_Mukholladun_

Memahami Komunikasi Organisasi Melalui Pendekatan Konsepsi Syuro Sebagai Langkah Awal DEMA (Dewan Mahasiswa).

Salah satu sarana bagi mahasiswa  untuk mengembangkan kapasitas kemahasiswaannya, yang berupa minat, bakat, ide kreatif serta positif dan aspiratif adalah dengan mengikuti berbagai kegitan-kegiatan maupun organisasi-organisasi yang tersedia dan dilaksanakan di kampus, sebagaimana Darunnajah Business School yang baru saja melakukan pemilihan ketua DEMA (Dewan Mahasiswa). DEMA adalah salah satu organisasi mahasiswa intrakampus yang berfungsi sebagai perantara dan penyambung informasi antara mahasiswa dan seluruh sivitas akademik di kampus.

Dalam pelaksanaan kegiatan organisasi  DEMA, maka langkah awal yang perlu diperhatikan adalah pemahaman mengenai komunikasi dalam berorganisasi terlebih salah satu fungsi organisasai DEMA adalah sebagai penyambung informasi, dimana komunikasi menjadi alat penting dalam proses perpindahan informasi. Dalam berorganisasi khususnya dalam hal ini DEMA, komunikasi antara anggota DEMA dan sivitas akademik sangat memengaruhi berjalannya pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan diadakan di kampus dan pada akhirnya menentukan tercapai tidaknya tujuan kegiatan tersebut.

Komunikasi Organisasi

Dalam komunikasi organisasi terdapat komunikasi formal maupun informal. Komunikasi formal adalah komunikasi yang mengikuti rantai komando resmi atau bagian dari komunikasi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan. Sementara komunikasi informal adalah komunikasi organisasi yang tidak didefinisikan oleh hieararki struktur organisasi. Sistem komunikasi informal memenuhi dua tujuan organisasi, yaitu memberi kesempatan pada anggota organisasi untuk berinteraksi sosial dan meningkatkan kinerja organisasi dengan menciptakan saluran komunikasi alternatif yang sering kali lebih cepat dan efisien (Munandar et al 2014).

Arah Aliran Komunikasi

Aliran komunikasi dalam organisasi dapat mengarah dari ketua kepada anggota (downward).  Anggota kepada ketua (upward), dalam tingkat organisasi yang sama (lateral), maupun lintas bidang dan tingkat organisasi (diagonal).  Komunikasi yang mengalir dari ketua kepada anggota merupakan downward communication. Komunikasi digunakan untuk memberikan informasi, pengarahan, koordinasi, dan evaluasi anggota. Upward communication yang mengalir dari anggota kepada ketua agar seorang ketua mengetahui apa yang anggota rasakan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja, dan organisasi secara umum. Lingkup   upward communication yang lebih luas tergantung pada budaya organisasi. Jika seorang ketua menciptakan iklim saling percaya dan menghargai, serta memberdayakan pengambilan keputusan partisipatif, maka upward communication bisa dipertimbangkan sebagai sarana anggota memberikan masukan untuk pengambilan sebuah keputusan.

Sementara komunikasi lateral (horizontal) merupakan komunikasi yang terjadi diantara para anggota pada tingkatan yang sama pada suatu organisasi.  Contoh dari komunikasi lateral (horizontal) adalah penyampaian informasi dari ketua bidang perpustakaan kepada ketua bidang humas terkait dengan pencarian narasumber yang tepat untuk penyelenggaran acara bedah buku terkait bisnis. Sedangkan komunikasi diagonal adalah komunikasi yang memotong bidang kerja dan tingkatan organisasi agar lebih efisien dan cepat. Contoh dari komunikasi diagonal adalah wakil sekretaris DEMA menyampaikan keluhan terkait surat menyurat kepada sivitas kampus yang disampaikan langsung kepada wakil ketua DEMA.

Konsepsi Syura dalam Berorganisai

                 Bersandar pada upward communication sebagai salah satu sarana bagi anggota organisasi untuk memberikan masukan dalam pengambilan keputusan, maka Islam dalam manajemen syariahnya sudah lebih dulu menerapkan konsep tersebut melalui contoh dari baginda Rasullullah SAW sebagai seorang pemimpin pemerintahan.  Sesuai dengan firman Allah pada surat As-Syu’ara (26): 38, “sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka”, pada ayat ini Allah mewajibkan kepada kaum Muslimin untuk saling tukar pendapat (bermusyawarah) antara pemimpin dan bawahan dalam semua level manajemen dan kepemimpinan, serta untuk berbagai urusan. Sehingga Rasulullah dalam menjalankan pemerintahannya selalu berpegang teguh pada konsep syuro, dan meminta pendapat para sahabat yang memiliki keahlian dan pengalaman untuk menyelesaikan persoalan, baik dalam bidang politik, ekonomi, peperangan ataupun manajemen pemerintahan. Sering kali Rasulullah menggunakan pendapat para sahabatnya sebagai pijakan untuk menetapkan keputusan.

Rasulullah membentuk majelis syura yang beranggotakan 14 orang dan para sahabat pilihan, yakni para sahabat yang memiliki pengetahuan luas dan tajam analisisnya, memiliki kelebihan intelektual, tingkat keimanan yang tinggi dan rajin mendakwahkan Islam. Anggota majelis syura ini  terdiri dari sahabat Muhajirin dan Anshar, pembentukan majelis syura ini diharapkan bisa mengambil keputusan yang komprehensif dan mengakomodir kepentingan semua golongan (Abu Sinn 2011).

Dalam syura atau bermusyawarah terdapat kekuatan dan keterkaitan antara kaum Muslimin. Syura mendorong munculnya pemikiran kolektif, pemahaman bersama, dan menguatkan rasa ukhuwah di antara kaum Muslimin. Islam mendorong umatnya untuk menguatkan persatuan dan persaudaraan di antara kaum Muslim.  Hal ini diperkuat oleh firman Allah, dimana pada ayat ini Allah memperingatkan agar selalu bersatu dan tidak saling bertentangan,  “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Anfal (8):46).

Rasalullah  menganggap bahwa keluar  dari jamaah dan kesepakatan yang telah terbentuk dalam musyawarah, dan mengganti pendapat pribadinya adalah bentuk kemurtadan jahiliyah. Beliau bersabda,”Barang siapa yang keluar dari ketaatan dan memisahkan diri dari jamaah, kemudian mati, makai a mati jahiliyah”.

Semua indikasi ini menguatkan bahwa konsep syura merupakan konsep dasar manajemen Islam dalan berorganisasi. Dimana syura sebagai salah satu cara terbaik dalam berkomunikasi antar semua elemen anggota organisasai dalam pengambilan sebuah keputusan.  Maka DEMA sebagai salah satu bentuk organisasi diharapakan bisa memahami dan menjalankan konsep syuro sebagai sarana berkomunikasi dalam  pengambilan keputusan untuk mencapai visi dan misi organisasi yang telah ditargetkan.

by Nur Majdina, M.Si

Pustaka:

Munandar, J.M, et al. 2014. Pengantar Manajemen Panduan Komprehensif Pengelolaan Organisasi. Bogor: IPB Press.

Abu Sinn, A.I. 2011. Manajem Syariah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tips Sukses dalam Marketplace Business Account

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.22″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.27.4″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Alhamdulillah agenda Webinar dengan judul How To Create Marketplace Business Account malam hari ini telah dilaksanakan dengan lancar dan para mahasiswa aktif dalam bertanya. Adapun acara ini dibuka untuk umum dan diwajibkan bagi mahasiswa DBS dengan harapan dengan telah diadakan acara ini para mahasiswa memilki akun bisnis di marketplace ternama seperti Shope, Tokopedia, Bukalapak dan lain sebagainya. Setelah memiliki sebuah akun bisnis dalam market place semoga menjadi motivasi para mahasiswa untuk meningkatkan dan mengembankan usahanya tersebut.

Pada Keynote Speaker Al Ustadz Samiyono, M.Pd sebagai Wakil Ketua STIE menyampaikan kepada para mahasiswa perihal visi dan misi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Darunnajah Jarkarta dalam 1 tahun ini harus memiliki 1 usaha dan itu menjadi sekaligus menjadi selogan STIE. Apabila kita memiliki ide ataupun rencan kita harus melakukan dengan sungguh-sungguh sehingga akan mendapatkan hasilnya dan langsung menerapkannya ke lapangan perjuangan. Semakin kita cepat sukses, secara tidak langsung cepat membantu orang juga. Ketika ingin berhasil kita harus fokus 10.000 jam menekuin bidang dan punya mentor/guru. Jadi kapan kita akan memulai fokus dalam10 jam pertama dihabiskan berapa tahun? itu semua tergantung diri pribadi masing-masing.

Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Al Ustadz M Fajar Nurochman, M.M terkait How To Create Marketplace Business Account sebagai Ketua STIE. Sebelum kita melangkah ke bisnis kita harus meluruskan pola fikir dan mindset sesuai dengan nilai-nilai kepondokkan :

  1. Planning (Perencanaan)
  2. Organizing (Persiapan)
  3. Actualizing (Pelaksanaan)
  4. Controling (Pengontrolan)
  5. Evaluating (Evaluasi)

Nilai-nilai memiliki arti yang  sangat penting dalam membangun bisnis. karena sebelum melangkah ke arah bisnis yang lebih jauh lagi, kita harus dituntut untuk merencanakan ide ataupun inspirasi sematang mungkin, karena hal itu merupakan podasi dalam berbisnis. Setelah kita merencanakan ide bisnis kita, selanjutnya melakukan persiapan dari ide yang telah dimiliki sehingga tidak salah. Kemudian ide itu dilaksankan dengan semaksimal mungkin sehingga akan mendapatkan hasilnya. Setelah dilaksanakan kita harus mengontrol pekerjaan kita sehingga tidak ada kesalahan dalam melaksanakan ide bisnis tersebut. Setelah ide itu dikerjakan bersama yang terakhir kinerja kerja kita harus dievalusi dengan harapkan apabila terjadi kesalahan dalam mengerjakan suatu hal tidak terjadi kesekian kalinya. Itulah hal penting yang bisa kita ambil pelajaran dari nilai-nilai pondok tersebut.

Kita ketahui bahwasannya dalam dunia perdagangan memiliki 4

1.Seller (Penjual)

Seller menjual barang atau jasa kepada pembeli. Penjual adalah pihak yang menawarkan barang atau jasa dengan imbalan pembayaran. Penjual dapat bertindak langsung dengan menjual barang yang dihasilkannya, atau menjualkan barang milik pihak lain yang diwakilinya.

2. Reseller (Posting dan kirim)

Seorang pembeli dapat melakukan pembelian untuk digunakan oleh dirinya sendiri, atau dapat pula membeli untuk dijual kembali. Pembeli ini kemudian dapat disebut sebagai reseller.

3. Dropship (Posting dan Konfirmasi)

Perbedaan dropship dengan reseller ternyata belum banyak yang mengetahuinya. Padahal untuk keduanya memiliki perbedaan yang perlu disadari bagi Anda yang hendak menjalankan bisnis online. Untuk keduanya, antara dropship dan reseller ini sama-sama menggunakan sistem dengan menjual produk yang bukan miliknya sendiri atau produk yang dimiliki oleh orang lain. Dropship cara atau teknik yang digunakan untuk melakukan pemasaran melalui online, yang mana untuk pelaku bisnis market online ataupun penjual diharuskan menyimpan stok barang yang ada.

4. Jastip (Jasa Titip)

Jasa titip merupakan bisnis yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang tengah melakukan traveling, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dan kemudian membuka jasa pembelian barang-barang yang diinginkan oleh orang lain, dalam artian konsumen.

Pada zaman sekarang sudah banyak sekali market place, itu adalah kesempatan bagi kalian kamu millenial untuk mengembangkan kreatifitas kalian guna memajukan perekonomian masyarakat bahkan Indonesia. sebelum memulai bisnis di market place, kita harus menentukan taget pasar untuk siapa dan barang apa sajakah yang dibutuhkan oleh pasar, jangan sampai salah menentukan kebutuhan pasar karena dapat menimbulkan kerugian dalam berbisnis. Olehkarena itu kita memulai dari hal yang disukai masyarakat saat ini ataupun mengikuti tren saat ini. Mulailah kita berfikir tentang hal postif dan produktif karena semua itu adalah masa depan kita, karena kesuksesanmu ditentukan dari sekarang bukan besok apalagi minggu depan.

  • Apa Hukum Bisnis Online dalam Islam?

Adapun hukum bisnis online dalam Islam adalah boleh, Kenapa? Karena kedua belah pihak telah saling sepakat terhadap barang yang di jual dan di beli dengan syarat penjual telah mendiskripsikan produk sesuai detail sehingga tidak ada unsur penipuan di dalam transaksi tersebut.

  • Apa Hukum dalam memberikan potongan harga/Diskon pada barang dagang?

Adapun hukum Islam dalam adalah boleh, kenapa? Karena secara tidak langsung penjual telah memberikan potongan harga dari

  • Bagaimana caranya agar market palce kita selalu di atas dalam pencarian  google?

Adapun cara untuk memunculkan market place kita yaitu dengan kita mengakses top ads atau melakukan pembayaran. Misalkan kita deposit uang kita guna memunculkan

Terakhir pesan yang diutarakan oleh bapak wakil ketua STIE Bisnis adalah usaha yang dilakukan bukan hanya direncanakan, memulai dengan hal yang menjadi hobi kita. Jangan takut untuk gagal, karena kegagalan adalah proses kesuksesaan. Aamiin

_Mukholladun_

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” column_structure=”1_2,1_2″][et_pb_column _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-25-at-23.39.35-3-1.jpeg” _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-25 at 23.39.35 (3)” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-25-at-23.39.35-2.jpeg” _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-25 at 23.39.35 (2)” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” column_structure=”1_2,1_2″][et_pb_column _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-25-at-23.39.35.jpeg” _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-25 at 23.39.35″ hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][et_pb_column _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” type=”1_2″][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-25-at-23.39.35-1.jpeg” _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-25 at 23.39.35 (1)” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

How To Create Marketplace Business Account


Well Hello Sahabat DBS ??
In this opportunity, Darunnajah Business School will hold a webinar for all of you, to increase your knowledge in doing business online. This webinar will give you the keys of success in doing business online. Under the title…
How To Create Marketplace Business Account

We proud to present to you our speakers…

Main Speaker :
M. Fajar Nurochman, M.M ( Chief of DBS )

Keynote Speaker :
Samiyono, M.Pd ( Senior Lecture of DBS )

Moderator :
Rinaldi Permana Putra, S.Ag ( DBS Staff )

This event will be held on :
?️ Friday, 25th of September 2020
? 19.30
?Zoom meeting
? Free

The Benefit :
? Knowledge

Link zoom :
https://zoom.us/j/98530087290?

Don’t miss this event guys ??

#HidupMahasiswa
#SatuTahunPunyaUsaha
#RoadtoDarunnajahUniversity

Ide dalam Bisnis


Banyak jenis usaha yang ada di masyarakat sudah bertahun – tahun, bahkan puluhan tahun berada di masyarakat. Ada pemain lama yang tetap bertahan hingga menembus dua – tiga generasi. Artinya mereka mampu mempertahankan konsumen lama, sekaligus merebut hati pelanggan – pelanggan baru. Mereka dapat bertahan karena selalu menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi dalam proses perjalanan bisnis mereka. Selalu melihat dan memperhatikan selera dan tuntutan masyarakat yang selalu berubah dari masa ke masa. Tapi banyak juga wirausaha yang gulung tikar karena gagal dalam beradaptasi.

Namun demikian, di saat bersamaan kita juga melihat banyak wirausaha baru yang bermunculan, mereka datang dengan semangat baru dan ternyata bisa mengungguli para pioneer yang gagal berevolusi. Banyak dari pendatang baru ini memperkenalkan diri mereka sebagai ‘creative adaptors’ yang tak lain adalah pengkopi ide yang sudah ada, dan merancangnya dengan sedemikian rupa agar terilhat baik dan mencuri perhatian pasar.

Creative adaptors ini bukan pelaku imitasi yang melanggar hukum. Yang tidak dibenarkan dalam bisnis adalah melakukan counterfeits dan product pirates (pembajakan merek). Wirausaha tidak boleh membuat produk yang desainnya sama persis dengan wirausaha lain, baik memberi merek baru bahkan memberi merek yang sama. Misalnya : Gucci dengan Guci, Guess dengan Geus, Pitsburgh dengan Pittsburgh. Itu tidaklah bermoral, selain itu juga melanggar hukum, profesi seperti itu hanya dijalankan oleh penipu, bukan seorang entrepreneur.

Wirausaha bisa mengamati perilaku – perilaku usaha yang sudah ada, lalu mencari kelemahan – kelemahan, kekurangannya dan memperbaikinya. Tetapi harus selalu menggunakan brand kita sendiri.

Tetapi Dalam mencari ide bisnis, bukan hanya dengan cara  creative adaptors saja. Banyak cara yang bisa wirausaha lakukan , antara lain:

  1. Menncari tahu apa kebutuhan dan permintaan pasar sekarang, bisa dengan melakukan riset dan analisa pasar.
  2. Menggali dan mendalami keahlian, keterampilan, hobi, minat, kreativitas.
  3. Membangun hubungan dan komuniasi jaringan dan relasi dengan orang lain, keluarga, teman, dan senior dalam bisnis yang akan kita jalankan.
  4. Bisnis bisa dimulai dengan cara ATMI (amati, tiru, modifikasi, inovasi).

Jadi sesungguhnya selalu dibutuhkan gagasan – gagasan dan ide baru untuk membangun usaha. Ada banyak cara mengembangkan gagasan dan ide bisnis untuk memulai bergabung dengan ‘pasar’ dan jangan lupa menginovasinya agar terlihat lebih menarik.

@RizkaFS

7 Amalan dalam meraih keutamaan dan pahala dari Bulan Shafar


Allah SWT menciptakan 12 bulan hijriyah dalam 1 tahun. Semua bulan di dalamnya baik, tidak ada bulan yang tidak baik. Semua diciptakan sebagai kegiatan, aktivitas dan ibadah hamba-Nya. Itu semua  Kembali amalan manusialah yang dapat menyebabakan kesialan atau kebaikan. Supaya amalan kita membawa kebaikan maka kita harus merujuk kepada amalan sunah dan sebaliknya, kita mendapatakan kesialan kalo kita melakukan hal buruk juga. Semua itu tergantung amalan yang kita kerjakan.

Mindset dari masyarakat arab jahiliyah zaman dahulu menaggap bulan shafar membawa kesialan dan musibah. Hal itulah yang melarang mengadakan aktivitas hiburan masyarakat dalam bulan Shafar tersebut. Seadainya terkena musibah itu merupakan ujian dari Allah SWT supaya kalian menjadi orang  bertawakal.

Kita sebagai hamba Allah SWT hendaknya selalu Istiqomah dalam mengerjakan amalan-amalan sunnah yang diperintahkan oleh-Nya karena itu semuanya demi kebaikan diri kita pribadi. Semakin banyak amalan yang dikerjakan maka akan banyak juga pahala yang didapakan. Tapi Jangan sampai kita Riya dengan amalan yang  telah kita kerjakan, apabila kita riya akan amalan tersebut maka akan pahala semuanya akan hilang (Seperti debu yang berterbangan)

Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan kepada para  sahabat-sahabatnya untuk menghkususkan amalan tertentu untuk dijalankan ketika Bulan Safar saja. Akan tetapi, untuk memperoleh keutamaan dan pahala dari Bulan Safar ada baiknya untuk menunaikan ibadah harian sebagaimana perintah Nabi Muhammad SAW.

Berikut amalan sunnah yang bisa diperbanyak dilakukan di bulan Safar,

  1. Perbanyak Berdzikir Kepada Allah SWT

Berdzikir merupakan kegiatan rohani kita kepada Allah SWT berupa meningatnya, adpun salah satu keutamaan berdzikir adalah memperberat timbangan di akhirat, mendatangkan pahala, dan dicintai oleh Allah SWT.

  • “Aku membaca Subhaanallah Wal Hamdulillah Walaailaaha Illallahu Wallahu Akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah dan Allah Maha Besar). Bacaan itu lebih aku sukai daripada mendapat kekayaan sebanyak apa yang di bawah sinar matahari.” (HR.Muslim).
  • “Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) Subhaanallah Wabihamdihi Subhaanallahil Adzim.” (HR Bukhari).
  • “Barangsiapa di waktu pagi dan sore membaca: Subahanallah Wa Bihamdihi Seratus Kali maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak.” (HR. Muslim)
  1. Shalat Dhuha
  • “Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.”

Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukan nya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud).

  1. Shalat Berjamaah di Masjid

Dari Abu Umamah, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang keluar dalam keadaan suci, menuju masjid untuk melaksanakan shalat jamaah, maka pahalanya seperti pahala seperti orang yang sedang haji dalam keadaan ihram.” (HR. Abu Dawud).

Keistimewaan dari melaksanakan sholat berjamaah di masjid adalah salah satunya mendapatkan pahala 27 kali lipat dibandingkan sholat sendirian.

  1. Membaca Al-Quran

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali.” (HR. At Tirmidzi dan At Thabrani).

  1. Memanjatkan Sholawat atas Nabi
  • “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat.” (HR. An Nasai).
  • “Barang siapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
  1. Membaca Doa di antara Adzan dan Iqomah

Dari Jabir bin Abdillah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca doa

Allahumma rabba hadzihid dawatittammah washshalatil qaimah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah wabats-hu maqamam mahmudanilladzi waadtahu,

(Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya, maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat).” (HR. Bukhari).

  1. Memperbanyak Istighfar

Dari Ibn Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar setiap ada kesulitan, Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rizki yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud).

Masih banyak amalan lain yang bisa diamalkan ketika memasuki bulan Safar. Apapun amalannya, jika sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan diniatkan karena Allah SWT maka akan mendapatkan pahala yang berkali lipat.

_Mukholladun_

Mitos atau Fakta, Bulan Shafar adalah Bulan Kesialan


Penduduk Arab Jahiliyah memaknai bulan shafar sebagai “bulan kesialan” Kenapa? Dikarenakan pada zaman Arab Jahiliyah diyakini bulan Shafar tidak membawa keberuntungan sama sekali dan masyarakat melarang  melakukan aktifitas apa pun. Seperti bepergian, mengadakan pesta dan hiburan yang lainnya. Hal demikan bisa menyembabkan kesialan atau musibah.

Rasulullah SAW tidak membenarkan bahwa bulan Shafar itu bukan bulan kesialan. Beliau bersabda :
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

“Tidak ada penyakit menular, tidak ada thiyarah, tidak ada Hammah, dan tidak ada  pula merasa sial pada bulan safar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

بِأَمْرِ اللّه يَعْنِيْ: عَنْ قَدْرِهِ  وَمَشِيْئَتِهِ

Artinya: “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah” maksudnya adalah dengan perintah Allah yaitu dengan takdir dan kehendak-Nya.”

Seorang muslim meyakini bahwa semua makhluk sudah ditakdirkan Allah Ta’ala dan takdirnya dituliskan di Al Lauh Al Mahfuzh.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. QS. Al Hadid: 22.

Allah SWT menciptakan 12 bulan hijriyah dalam 1 tahun. Semua bulan di dalamnya baik, tidak ada bulan yang tidak baik. Semua diciptakan sebagai kegiatan, aktivitas dan ibadah hamba-Nya. Itu semua  Kembali amalan manusialah yang dapat menyebabakan kesialan atau kebaikan. Supaya amalan kita membawa kebaikan maka kita harus merujuk kepada amalan sunah dan sebaliknya, kita mendapatakan kesialan kalo kita melakukan hal buruk juga. Semua itu tergantung amalan yang kita kerjakan.

Mindset dari masyarakat arab jahiliyah zaman dahulu menaggap bulan shafar membawa kesialan dan musibah. Hal itulah yang melarang mengadakan aktivitas hiburan masyarakat dalam bulan Shafar tersebut. Seadainya terkena musibah itu merupakan ujian dari Allah SWT supaya kalian menjadi orang  bertawakal. Allah berfirman :

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (QS. At-Taubah: 51)

Shafar dalam Bahasa bermakna kosong, Jadi zaman dahulu masyarakat Arab Jahiliyah berpergian meninggalkan tempat untuk berperang dan ada yang menanggap  bulan Shafar sebagai penyakit di dalam perut. Sejenis ulat besar berbahaya yang bersarang di peru dan ada yang menyakini Shafar adalah sejenis hawa angin panas. Adapula di zaman kehidupan Arab jahiliyah, masyarakat menggunakan bulan safar untuk meramal. Nabi Muhammad SAW melarang akan perbuatan meramal dan masyarakat menganggap bulan shafar membawa kesialan adalah salah satu jenis tahayyul yang terlarang.

Kami ambil kesimpulan bahwa Bulan Shafar atau “Bulan Kesialan” itu adalah Mitos semata. Karena perbuatan Tahayyul dan kebiasaan masyarakat arab jahiliyahlah yang dapat menyebabkan datangnya kesialan dan musibah baginya. Sesungguhnya semua taqdir manusia itu sudah ditentukan oleh Allah SWT di Lauhfil Maghfudz dan Perbuatan yang kita lakukan masing-masing. Terimakasih

_Mukholladun_

 

Selamat Atas Terpilihnya Ketua DEMA STIE Darunnajah Jakarta

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.22″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.27.4″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Hallo Sahabat DBS Lovers…!!!
Alhamdulillah kemarin sudah terlaksanakan rentetan acara Pemilihan Ketua DEMA STIE Darunnajah Jakarta, dimulai dari penentuan panitia DEMA, Penayampaian Visi dan Misi dan dilanjutkan pemilihan Kandidat Ketua DEMA STIE. Adapun kandidat yang dicalon dari setiap kelas antara lain,

Nama Nama Kandidat Ketua DEMA dari Setiap kelas ;

Kelas 1 A
Blok Jakarta
1. Fajar riski
2. Abdurrahman as-sudais

Blok Serang
1. Ahmad Zufaru zaki
2. Bima Filardhi

Blok Cidokom
1. M.Riski
2. Tubagus reza

Kelas 1B
Blok jakarta
1.Khuluqi
2.Erwin

Blok Cidokom
1.Fauzan
2.Abdulloh

Blok serang
1.Nindi
2.Unique

Berdasarkan hasil pemilihan ketua DEMA STIE dan hasil rapat koordinasi bersama pengelola STIE. maka dengan ini kami tetapkan ketua DEMA terpilih masa bakti 2020/2021.

1. Abdurrahman Assudaisiy : Ketua DEMA blok Jakarta (34 Suara 49 %)
2. M. Husnul Khuluqi : Wakil Ketua DEMA blok Jakarta (20 Suara 29 %)
3. Muhammad Rizki : Ketua DEMA blok Bogor (33 Suara 47 %)
4. Bima Fil Ardhy : Ketua DEMA blok Serang (22 Suara 31%)

Semoga dapat mengemban amanah ini dengan baik dan dapat bergerak serta menggerakkan DEMA STIE Darunnajah. Aamiin

Ketua STIE Darunnajah
M. Fajar Nurochman, M.M[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default”][et_pb_column _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” type=”4_4″][et_pb_image src=”https://stie.darunnajah.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/WhatsApp-Image-2020-09-23-at-11.27.36.jpeg” _builder_version=”4.6.0″ _module_preset=”default” title_text=”WhatsApp Image 2020-09-23 at 11.27.36″ hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]